BAGAIMANA CARA PEMBUATAN PRODUCT FLOW MODEL (PFM) UNTUK SOT & FQA ?

Picture7.png

LATAR BELAKANG

SOT & FQA merupakan salah satu program strategis pencegahan fraud (kecurangan) dan korupsi.

SOT & FQA juga diperlukan untuk tersedianya data mendukung analisis dan pengambilan kebijakan strategis bidang industri migas.

Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang telah memulai proses produksi wajib menerapkan SOT & FQA.

TUJUAN

Perusahaan menerapkan sistem manajemen asersi arus minyak dan gas bertujuan untuk meyakinkan bahwa Perusahaan (KKKS) mempunyai kemampuan teknis dalam menghasilkan data, laporan dan asersi (pernyataan kuantitas) yang absah, valid, akurat dan handal.

LINGKUP

Kegiatan eksploitasi hulu migas pada dasarnya adalah aktivitas untuk mengalirkan dan mengkondisikan kuantitas material hidrokarbon dari cadangan (reservoir) ke – titik serah terima (Custody Transfer Point / CTP).

Oleh karena itu, kuantitas yang ingin dijaga kepastiannya adalah kuantitas material yang dapat dimonetisasi.

PENGERTIAN

Product Flow Model (PFM) adalah dokumen terdiri Diagram-alir dan Parameter yang menggambarkan pendekatan logik dari sistem alir material atau arus migas, terdiri dari diagram-alir dan parameter (metadata empiris) yang menggambarkan pergerakan material / arus migas, distribusi dan keseimbangan.

REFERENSI

  1. Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 17 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2011.
  2. Panduan Pemeriksaan dan Penilaian Akuntabilitas Operasi Produksi Hulu Migas, Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK.
  3. PTK-062 tentang Managemen Produksi.
  4. PTK-008: Surat Keputusan SKK Migas Nomor KEP-0008./SK00000/2013/SO Pedoman Tata Kerja Tentang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunlkasl pada Kontraktor Kontrak Kerja Sama Migas
  5. PTK-009: Surat Keputusan SKK Migas Nomor KEP-0009./SK00000/2013/SO Pedoman Tata Kerja Tentang Sistem Operasi Terpadu.
  6. Pedoman Umum Pelaksanaan Operasi Produksi dan Pelaporan Arus Minyak dan Gas Bumi (PUPO PPM)
  7. ISO 15926 – Industrial automation systems and integration & PRODML Energistics
  8. API
  • API Standard 2540 – Manual of Petroleoum Measurement Standards
  • API 2543
  • API-2545, Etc
  1. GPA Standard 2261-00
  2. ASTM
  • ASTM D-1085
  • ASTM D-1086
  • ASTM D-1145
  • ASTM D-1250 IP.200
  • ASTM D-270
  • ASTM D-4057, Etc

PROSEDUR PEMBUATAN PRODUCT FLOW MODEL (PFM)

PFM berfungsi sebagai checkpoint untuk memastikan kuantitas material dalam sistem alir. PFM adalah inti kerangka kerja analisa yang jadi penentu pola data empiris. PFM dibuat dengan memetakan asersi, sesuai business process dan asset Perusahaan.

Picture5

Gambar 1: Elemen dan Fitur Dasar Diagram Alir – Energistics PRODML

Picture6

Gambar 2: Contoh metadata empiris

1)    Lakukan Data Collection untuk menyiapkan a.l.: sampel Routine Production Statement (RPS) / laporan rutin produksi, Production Map Layout, Process Flow Diagram (PFD), SOP, dsb

2)    Tentukanlah staging & scoping

3)    Analisa data asersi (pernyataan kuantitas) pada format laporan rutin produksi

4)    Salin format data asersi menjadi konfigurasi kontrol kuantitas atau product flow model (PFM) – Lihat prosedur lebih detil di bawah.

5)    Gunakan perangkat lunak komputer (software) yang sesuai untuk membantu penggambaran diagram dan penyusunan spreadsheet/tabulasi (metadata/parameter).

6)    Lakukan assessmen kuantitas atau correlation checking (Assersi – Diagram Alir – Parameter)

Pemeriksaan integritas dan korelasi Product Flow Model (PFM) dibagi menjadi 2 tahap:

  1. Korelasi Flow Model (Flow Model Correlation)
  2. Korelasi Asersi Kuantitas (Quantity Assertion Correlation)

7)    Lakukan analisis interpretatif sederhana terhadap PFM yang telah dibuat

8)    Lakukan workshop pembahasan draft PFM, dilanjutkan koreksi atau perbaikan berdasarkan temuan, komentar dan hasil rekomendasi dari diskusi tentang PFM

9)    Identifikasi Definisi Data Primer dan buatlah Daftar Data Primer

10) Identifikasi Definisi Data Derivative dan buatlah Daftar Data Derivative (Turunan)

11) Routing for Endorsment & Approval

12) Lakukan sosialisasi & pengendalian dokumen PFM sesuai Sistem Tata Kelola/SOP di Perusahaan

13) Implementasi

14) Sesuai jadwal yang telah ditentukan sebelumnya, lakukan Tinjauan Reguler atau Site-Visit Inspection/Self-Assessment untuk verifikasi dan validasi antara dokumen PFM, fakta di lapangan (Onshore/Offshore) dan persyaratan FQA.

15) Lakukan workshop pembahasan hasil Assessment, dilanjutkan koreksi atau perbaikan berdasarkan temuan, komentar dan hasil rekomendasi dari Assessment. Dilanjutkan dengan melakukan kembali langkah 11 di atas.

PROSEDUR PENGGAMBARAN MODEL DIAGRAM ALIR

Berikut di bawah ini contoh cara diagramming “Production Unit Flow Model”.

Step 1. Draw the diagram

Picture2

Step 2. Draw the boundaries

Picture3

Step 3. Make each boundary a flow unit

Picture4

OBJEKTIF IDEAL (INDIKATOR / UKURAN KEBERHASILAN):

  • Product Flow Model harus memiliki informasi yang memadai dan memenuhi persyaratan/ketentuan SOT & FQA, sesuai proses bisnis, sesuai asset Perusahaan (KKKS) dan relevan dengan ruang lingkup pemeriksaan.
  • Product Flow Model harus dapat diakses
  • Product Flow Model juga memenuhi persyaratan perusahaan (organization applicability) dan dilakukan tinjauan reguler (routine review discipline)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s