Target Lifting Migas 2015: “Perlu Dukungan Semua Pemangku Kepentingan”

Kegiatan produksi migas dilaksanakan melalui proses panjang yang menantang, baik dari aspek teknis maupun dari aspek hukum dan sosial.

Kegiatan pengembangan atau fase produksi migas dari aspek hukum dan sosial, [6]

  • Ditandai dengan keluarnya persetujuan rencana pengembangan lapangan atau plan of development pertama (POD I). POD I ini harus memperoleh persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan mempertimbangkan masukan dari SKK Migas. Sebelum persetujuan diberikan, Kementerian ESDM melakukan konsultasi dengan pemerintah daerah.
  • Selanjutnya untuk POD Kedua dan seterusnya, persetujuan diberikan oleh Kepala SKK Migas.
  • Selain persetujuan POD dari Kementerian ESDM dan SKK Migas, kontraktor migas pada tahap produksi masih harus mendapatkan sejumlah izin dari pelbagai instansi lain, baik instansi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
  • Tidak itu saja, kontraktor juga harus mempersiapkan pembebasan lahan bagi pembangunan fasilitas produksi.

Semua pihak sudah seharusnya mendukung kegiatan produksi hulu migas.

SKKMigas Usulkan Target Lifting 2015 naik 3,3% dari APBNP 2014

Dalam rapat kerja (raker) September 2014 dengan Komisi VII DPR yang membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015, Menteri ESDM Ad Interim Chairul Tanjung mengusulkan lifting minyak mencapai 845 ribu barel per hari (bph). Target tersebut naik 3,3 persen dari proyeksi lifting minyak pada APBN Perubahan 2014, 818 ribu. Kenaikan tersebut didorong produksi proyek Blok Cepu yang bakal onstream pada 2015. [1]

DPR menetapkan target lifting minyak RAPBN 2015 sebesar 900 ribu bph

Dalam raker pihak DPR tidak merestui usul pemerintah 845 ribu bph tersebut. Menurut DPR, target tersebut bisa digenjot lebih besar dengan perhitungan tambahan Blok Cepu.

Karena itu, pada pertengahan September 2014, DPR menetapkan patokan target lifting minyak pada RAPBN 2015 sebesar 900 ribu bph. [1]

Di sisi lain, usulan lifting gas bumi disetujui pada angka 1,248 juta barel setara minyak per hari (boepd). Angka tersebut hanya naik sebesar 1,9 persen dibanding target lifting gas pada APBN Perubahan 2014 sebesar 1,224 juta boepd. [1]

Tabel-1: Target Lifting Migas RAPBN 2015

Target APBNP 2014 RAPBN 2015 Keterangan
Target Lifting Minyak 818 ribu bph 900 ribu bph naik 10 persen
Target Lifting Gas Bumi 1,224 juta boepd 1,248 juta boepd naik sebesar 1,9 persen

Sumber: [1], diolah kembali.

Catatan: Target jangka panjang produksi minyak sekitar 2,5 juta kiloliter di tahun 2020.

Realisasi Lifting Minyak 2014

SKK Migas memproyeksikan bahwa dari 132 kegiatan ekplorasi tahun ini, hanya 60% yang akan mencapai realisasi, sementara sisanya gagal. Sampai dengan bulan November 2014, sudah 50% yang terlaksana. Namun hingga akhir tahun tahun diproyeksi hanya mencapai 60%. Tidak terealisasinya kegiatan ekplorasi tahun ini dikarenakan berbagai aturan-aturan dan hambatan-hambatan seperti regulasi, perizinan, pajak dan hambatan-hambatan lainnya. Lambatnya kegiatan ekplorasi pada akhirnya juga akan berpengaruh terhadap realisasi target produksi minyak yang telah di tetapkan oleh pemerintah. [2]

Realisasi produksi minyak hingga Juli 2014 masih mencapai 788 ribu bph. Hingga Oktober 2014, produksi minyak kurang lebih mencapai 780.000 bph. Lifting minyak mentah sampai dengan 11 November 2014 baru mencapai 97,5 persen dari target APBNP 2014. Dalam APBNP 2014 angka lifting minyak dipatok sebesar 818 ribu barel per hari (bph). Tahun 2014, lifting minyak diproyeksi mencapai 804.000 bph atau menurun dari yang ditargetkan sebelumnya 818.000 bph. [2][5]

Realisasi Lifting Gas Bumi 2014

Dalam APBNP 2014 angka lifting gas bumi dipatok sebesar 1,224 juta barel setara minyak per hari (boepd). Realisasi produksi (lifting) gas bumi hingga Juli 2014 mencapai 1,255 juta boepd. Sampai dengan 11 November 2014 realisasi lifting gas bumi sudah mencapai 100 persen. [5]

Tabel-2: Target Lifting Migas & Realisasi 2014

Target APBNP 2014 Realisasi Keterangan
Target Lifting Minyak 818 ribu bph ·  Hingga Juli 2014: 788 ribu bph.·  Hingga Oktober 2014: 780.000 bph.

·  Hingga 11 November 2014 :  97,5 persen

97,5 persen
Target Lifting Gas Bumi 1,224 juta boepd ·  Hingga Juli 2014: 1,255 juta boepd.·  Hingga 11 November 2014: 100 persen 100 persen

Sumber: [2][5], diolah kembali.

Strategi Pencapaian Target Lifting 2015

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Naryanto Wagimin mengatakan, untuk mewujudkan tercapainya lifting minyak di tahun 2015, diperlukan sinergi antar kementerian. [2]

Sementara itu Ketua Umum Indonesia Petroleum Association (IPA), Lukman Mahfoedz mengatakan, bahwa untuk bisa mencapai produksi 2,5 juta KL di tahun 2020, perlu peningkatan eksplorasi dua hingga tiga kali lipat dari sekarang. Menurut Lukman, kepastian Investasi merupakan suatu hal mutlak jika pemerintah ingin mewujudkan ketahanan energi terutama dari sektor migas. [2]

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Johanes Widjonarko menyatakan lifting migas pada 2015 mendapatkan tambahan 34 ribu barel per hari. Dengan penambahan 34 ribu barel per hari tersebut, lifting tahun 2015 bisa mencapai kisaran 870 ribu barel per hari. Penambahan 34 ribu barel per hari ini berasal dari percepatan proyek-proyek yang memiliki sumbangan sebesar 15 ribu barel per hari. Sisanya merupakan hasil mitigasi lapangan yang bisa dikembangkan. Salah satunya akan disumbang oleh Lapangan Bukit Tua. [2] [3]

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Johanes Widjonarko menjelaskan, salah satu cara yang pasti dilakukan adalah dengan mempercepat realisasi rencana proyek migas yang ada di Tanah Air. Serta mempercepat proyek tahun 2016 dan dikerjakan pada tahun 2015 mendatang. [4]

Dari aspek teknis maupun aspek hukum dan sosial, SKK Migas dan industri berupaya menjaga kesinambungan Produksi Migas Nasional dan meningkatkan produksi dengan beberapa rencana aksi. Adapun langkah itu bisa dilakukan melalui,

  • Pertama, mencoba terus meningkatkan keandalan dan ketersediaan (availabilitas) peralatan dan fasilitas, optimasi kegiatan pemeliharaan, dan turn around (TAR);
  • Kedua, mendorong pelaksanaan program kerja yang sudah direncanakan dalam rencana kerja dan anggaran, terutama terkait dengan kegiatan pengeboran pengembangan, kaji ulang dan servis sumur;
  • Ketiga, peningkatan Emergency Response Plan (ERP) sehingga apabila terjadi gangguan operasi, dapat segera diatasi.
  • Upaya lainnya adalah terus meningkatkan percepatan proses persetujuan SKK Migas, mendorong percepatan proses persetujuan /perizinan dari institusi dan Kementerian terkait, serta mencari potensi tambahan baik dari lapangan yang sudah ada maupun dari lapangan baru. [6]

Penutup

Kegiatan produksi migas dilaksanakan melalui proses panjang yang menantang, baik dari aspek teknis maupun dari aspek hukum dan sosial.

Semua pihak sudah seharusnya mendukung kegiatan produksi hulu migas.

Poduksi migas meningkat, untuk kesinambungan produksi migas nasional  dan akhirnya tujuan negara untuk menyejahterakan rakyatnya juga bisa tercapai.

Mudah-mudahan target lifting 2015 bisa tercapai dan untuk sebesar-besarnya kemakmuran RI.

Reference / Read more:

  1. Target Lifting Minyak 2015 Dipatok 900 Ribu BPH, posted on 15/09/14, 15:05, at http://www.jawapos.com/baca/artikel/7053/Target-Lifting-Minyak-2015-Dipatok-900-Ribu-BPH , read on 2014/12/08 18:22.
  2. Target lifting minyak tahun 2015 tak akan tercapai, by Pratama Guitarra – Selasa, 02 Desember 2014 | 17:45, http://nasional.kontan.co.id/news/target-listing-minyak-tahun-2015-tak-akan-tercapai , read on 2014/12/08 18:28.
  3. Lifting Migas 2015 Naik 34 Ribu Barel, posted on SENIN, 20 OKTOBER 2014 | 20:00, http://www.tempo.co/read/news/2014/10/20/090615878/Lifting-Migas-2015-Naik-34-Ribu-Barel , read on 2014/12/08 18:43.
  4. SKK Migas: Target Lifting APBN 2015 Capai 900.000 Bph, posted on September 17, 2014 @ 1:48 pm, http://energitoday.com/2014/09/17/skk-migas-target-lifting-apbn-2015-capai-900-000-bph/ , read on 2014/12/08 18:58.
  5. Target Lifting Gas Tercapai 100 Persen, posted on Friday, 14 November 2014, 14:00, http://www.republika.co.id/berita/koran/industri/14/11/14/nf0os919-target-lifting-gas-tercapai-100-persen , read on 2014/12/08 19:06.
  6. Menjaga Kesinambungan Produksi Migas Nasional, Bisnis Indonesia, page 12, Monday, 13 October 2014.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s