Asas Cabotage: Angin Segar (Prospek) dan Tantangan

Industri pelayaran nasional mulai mendapatkan angin segar. Dimulai dari tahun 2005, pemerintah mengeluarkan Inpres No.5 tahun 2005 tentang pemberdayaan industri pelayaran nasional, dimana dalam instruksi presiden tersebut terdapat sebuah asas dikenal dengan nama asas Cabotage yang bertujuan melindungi industri pelayaran nasional. [5]

Asas Cabotage mewajibkan 51% saham perusahaan kapal berbendera Indonesia dimiliki oleh pihak lokal agar dapat beroperasi dan mengikuti tender proyek tertentu di dalam negeri. [1]

Angin Segar (Prospek) dan Tantangan

Sebagai negara kepulauan sudah selayaknya Indonesia memiliki armada laut yang sangat kuat bukan hanya armada militer, tetapi juga armada-armada/ kapal-kapal niaga.

Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2005 tentang Asas Cabotage atau cabotage principle memberikan angin segar bagi para pelaku industry perkapalan Indonesia karena dapat menaikkan peran industri pelayaran nasional dalam pasar pengangkutan barang. [3][5]

Asas cabotage sejatinya [5],

  • Mampu meningkatkan posisi tawar industri perkapalan dalam negeri;
  • Seharusnya industri galangan kapal nasional juga bisa tumbuh karena naiknya permintaan atas kapal;
  • Kenaikan permintaan kapal ke galangan kapal nasional memicu peningkatan permintaan tenaga kerja dalam negeri yang kemudian memacu pertumbuhan ekonomi.

Tantangan (Hambatan) tersebut diantaranya:

  • belum maksimalnya sarana galangan kapal di Indonesia, dan
  • masih minimnya minat investor dalam negeri untuk mengakuisisi 51% kepemilikan saham atas perusahaan penyedia jasa perkapalan di sektor migas.

Pada awal tahun 2011, di Indonesia hanya ada 310-an galangan yang menyediakan fasilitas repair kapal untuk sekitar 10.000 kapal yang beroperasi di Indonesia, itu pun hanya ada sedikit galangan yang bisa menampung kapal bermuatan antara 20.000-50.000 DWT (Dead Weight Tonage) apalagi untuk yang berkapasitas 80.000 DWT sehingga harus ke galangan di Singapura atau Vietnam. [2]

Sebelum dan setelah 7 tahun implementasi asas Cabotage:

Sebelum tahun 2005, bisnis pelayaran dan pengangkutan antar pulau berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, jumlah armada kapal berbendera Indonesia pada tahun 2005 hanya 6.041 kapal dengan kapasitas angkut 5,67 juta GT (gross ton).

Setelah 7 tahun implementasi asas cabotage, data terbaru Kementerian Perhubungan menyebutkan hingga posisi Februari 2014, jumlah kapal niaga nasional tercatat sebanyak 13.244 unit. Angka tersebut bertambah sebanyak 7.203 unit atau tumbuh sebesar 119% jika dibandingkan dengan posisi Mei 2005 saat kebijakan asas cabotage di berlakukan yang tercatat sebanyak 6.041 unit, dengan peningkatan kapasitas angkut mencapai 19,2 juta GT atau 238% dari tahun 2005. [4][5]

Dicari Mitra Lokal

Saat ini 80,54% saham perusahaan PT. Rig Tenders Indonesia Tbk dimiliki oleh Scomi asal Malaysia, sehingga perseroan perlu melakukan perubahan komposisi pemegang sahamnya demi pemenuhan terhadap pemberlakuan asas cabotage tersebut. [1]

PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) sedang menjajaki sejumlah mitra lokal untuk memenuhi pemberlakuan asas cabotage di Indonesia.

#Cabotage adalah asas kedaulatan negara atas wilayah laut dan udaranya.  Di Indonesia, asas cabotage di laut mulai diterapkan seiring dengan terbitnya Instruksi Presiden 5/2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional dan diperkuat dengan Undang-undang 17/2008 tentang Pelayaran. Pasal 8 UU Pelayaran  menegaskan bahwa kegiatan angkutan laut dalam negeri dilakukan oleh perusahaan pelayaran nasional dengan menggunakan kapal berbendera Indonesia dan awak berkewarganegaraan Indonesia. [4]

Related Article:

Pengenalan Dan Pelaksanaan Asas Cabotage Pelayaran Offshore Di Industri Migas Nasional, https://ngsuyasa.wordpress.com/2014/08/28/pengenalan-dan-pelaksanaan-asas-cabotage-pelayaran-offshore-di-industri-migas-nasional/ , posted on August 28, 2014.

Daftar Pustaka / Read More:

  1. RIGS akan partner dengan mitra lokal, posted on Sep 26, 2014 at britama.com, read on 2014/12/08 14:52
  2. Penerapan Asas Cabotage Kapal Migas Butuh Waktu, posted on Selasa, 11/01/2011 11:15 at http://industri.bisnis.com/read/20110111/98/14096/penerapan-asas-cabotage-kapal-migas-butuh-waktu , read on 2014/12/08 14:59
  3. Penyusunan Kembali Rancangan (Redesign) Peraturan Perundang-Undangan di Bidang Pelayaran, http://www.dekin.kkp.go.id/download_arsip.php?id=20130226114653224356470055790502260091851252 , read on 2014/12/08 15:08
  4. Semua Perusahaan Pelayaran Wajib Melaksanakan Asas Cabotage, http://cabotage.co/news/detail/99/Semua-perusahaan-pelayaran-wajib-melaksanakan-asas-cabotage , read on 2014/12/08 15:18.
  5. Mewujudkan Negara Maritim : Evaluasi Pelaksanaan Asas Cabotage Dalam Industri Pelayaran Nasional Menghadapi AEC 2015, posted on 14 March 2014 | 23:52, http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2014/03/14/mewujudkan-negara-maritim-evaluasi-pelaksanaan-asas-cabotage-dalam-industri-pelayaran-nasional-menghadapi-aec-2015-639439.html , read on 2014/12/08 15:24.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s