Refinery Development: Upgrading Lima Kilang BBM Pertamina dengan investasi mencapai US$17 miliar

Pelaksana Tugas Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen mengatakan rencana upgrading teknologi kilang dan peningkatan kapasitas kilang mencapai 1,6 juta barel per hari pada 2020 akan segera terlaksana. (Bisnis, Selasa 11 Nov 2014).

Latar belakang

CrudeOilRefinery

Ilustrasi Kilang BBM (Sumber Gambar: Google.com)

Saat ini, Indonesia masih mengimpor 70 persen kebutuhan premium nasional dan solar mencapai 30 persen. Total impor kedua produk tersebut mencapai 13 juta kiloliter per tahun. Kebutuhan impor tersebut bakal terus meningkat mengingat pertumbuhan pemakaian BBM mencapai 8-9 persen per tahun. (Sumber: Harnas.co)

Untuk mengantisipasi  prediksi meningkatnya kebutuhan bahan bakar minyak di domestik pada 2025, maka perusahaan perlu melakukan penyesuaian melalui upgrading kilang.

Guna mengurangi impor bahan bakar, maka PT Pertamina (persero) berencana untuk menambah kapasitas atau upgrade kilang minyak.

“Karena untuk membangun kilang baru membutuhkan waktu yang lama, sehingga jalan yang mudah Pertamina akan meng-upgrade kilang sehingga dengan cepat mampu menambah kapasitas kilang,” kata Plt Direktur Utama Pertamina Muhammad Husen kepada KONTAN & Okezone, Sabtu (18/10/2014).

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya Yuktyanta mengatakan kepada Bisnis (9/11/14) bahwa teknologi kilang yang dimiliki perusahaan sudah ketinggalan jaman. Kilang yang ada saat ini didesain untuk bisa mengolah minyak mentah jenis sweet  yakni yang mengandung sedikit sulfur karena waktu itu minyak mentah jenis itu banyak ditemui di Indonesia.

“Namun sekarang minyak mentah sweet harganya mahal karena sudah langka. Yang banyak saat ini minyak mentah sour yang mengandung banyak sulfur, “ katanya.

Kilang yang dioperasikan Pertamina

Saat ini, Pertamina mengoperasikan enam kilang di seluruh Indonesia dengan total kaapasitas 1,047 juta barel minyak mentah per hari. Keenam kilang tersebut adalah

  1. Dumai, Riau 170.000 barel per hari,
  2. Plaju, Sumsel 133.700 barel,
  3. Cilacap, Jateng 348.000 barel,
  4. Balikpapan, Kaltim 260.000 barel,
  5. Balongan, Jabar 125.000 barel, dan
  6. Kasim, Papua 10.000 barel.

(Sumber: harnas.co)

Lima kilang yang akan di-upgrade

Lima kilang yang rencananya masuk ke dalam proyek itu adalah:

  1. Kilang Cilacap,
  2. Kilang Balongan,
  3. Kilang Dumai,
  4. Kilang Balikpapan, dan
  5. Kilang Plaju.

Pengerjaan diperkirakan memakan waktu 4 tahun hingga 5 tahun.

(Sumber: Bisnis Indonesia)

Lebih efisien

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya Yuktyanta mengatakan peningkatan kapasitas (upgrading) itu akan dilakukan di lima kilang dengan nilai investasi mencapai US$17 miliar. “Rencana itu sudah tercantum di Refinery Development Master Program perusahaan,” katanya.

Pertamina akan meningkatkan kapasitas kilang pengolahan dari saat ini 1,05 juta menjadi 1,6 juta barel per hari melalui program yang disebut “refinery development master plan” (RDMP).

Menurutnya, rencana upgrading tersebut jauh lebih efisien ketimbang membangun kilang baru dengan kapasitas 300.000 barel per hari.

Untuk membangun sebuah kilang baru berkapasitas 300.000 barel per hari, biaya investasi yang dibutuhkan mencapai US$11 miliar hingga US$12 miliar.

Daftar Pustaka:

Advertisements

3 responses to “Refinery Development: Upgrading Lima Kilang BBM Pertamina dengan investasi mencapai US$17 miliar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s