MedcoEnergi Menemukan Cadangan Migas di Blok South Sumatera, Indonesia dan di Blok Area 47, Libya

MedcoEnergi

MedcoEnergi merupakan gabungan dari dua anak perusahaan PT Medco Energi International Tbk. (MEDC), yaitu PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P) dan Medco International Venture Limited (MIVL).

PT Medco E&P Indonesia merupakan anak perusahaan dari PT Medco Energi Internasional, Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan merupakan salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan SKK MIGAS. Perusahaan memiliki wilayah kerja di berbagai wilayah di Indonesia dan memiliki kapasitas produksi Minyak bumi sebesar 50,000 BOPD; Produksi Gas Bumi sebesar 110 MMSCFD (Status Oktober 2006).

Pada 2013-2014, MedcoEnergi akan melakukan kegiatan eksplorasi di 28 sumur, di dalam negeri dan luar negeri. Operasi di Internasional, terdiri dari Area 47 di Libya, Blok 82, 83 dan Blok 9 Malik di Yaman. Kegiatan eksplorasi pada 2014 akan dilakukan pada sejumlah lebih dari 16 sumur, yang terdiri dari enam sumur di Indonesia dan sepuluh sumur di luar negeri dengan total anggaran hingga US$ 190 juta.

Wilayah Kerja Blok South Sumatera

Pemerintah telah menyetujui dilakukannya perpanjangan kontrak kerjasama dan penandatanganan perpanjangan kontrak kerjasama Wilayah Kerja Blok South Sumatera yang dioperasikan oleh PT. Medco E & P Indonesia, diumumkan melalui SIARAN PERS KEMENTERIAN ESDM RI, Nomor: 55/HUMAS KESDM/2010 Tanggal: 28 Oktober 2010 dalam rangka menjaga kelangsungan produksi serta meningkatkan produksi minyak dan gas bumi. Diperpanjangnya kontrak kerja sama ini diharapkan dapat mendukung kelangsungan pasokan gas bumi bagi konsumen gas bumi dalam negeri.

Gas bumi yang diproduksikan dari WK South Sumatera sebesar 128 MMSCFD digunakan untuk memenuhi pasokan gas bumi Pabrik PT. Pupuk Sriwijaya dan Pembangkit listrik di Sumatera Selatan.

Mengutip berita Tempo 19 September 2013, MedcoEnergi telah memasok sekitar 120 juta standar kaki kubik per hari ke pengguna gas di Sumatera Selatan.

Dari hasil penilaian, upaya pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan PT Medco E&P Indonesia di Blok South Sumatra Extension di Sumatera Selatan berhasil meraih peringkat Hijau. (Sumber: Buletin SKK Migas No.13 I Februari 2014, hal. 9)

Mengenal Cekungan Sumatera Selatan

Secara umum, Pulau Sumatra terdiri atas tiga buah cekungan besar. Ketiga buah cekungan itu adalah North Sumatra Basin, Central Sumatra Basin dan South Sumatra Basin.

Cekungan Sumatera Selatan dan Cekungan Sumatera Tengah mempunyai sejarah pembentukan yang sama dimana kedua cekungan tersebut merupakan suatu cekungan back-arc basin.

Sejarah pembentukan cekungan Sumatra Selatan terbagi kedalam tiga tektonik megasekuen (Ginger & Fielding, 2005), yaitu :

  1. Syn-Rift Megasequence (c. 40 – c. 29 Ma)
  2. Post-Rift Megasequence (c. 29 – c. 5 Ma)
  3. Syn-Orogenic/Inversion Megasequence (c. 5 Ma – Present)

Perkembangan dan pembentukan cekungan Sumatra Selatan dipengaruhi oleh tiga fasa tektonik utama , yaitu : Fasa Rifting, Fasa Sagging dan Fasa Kompresi.

Proses rifting berhenti sekitar 29 juta tahun yang lalu.  Sekitar 16 juta tahun yang lalu terjadi proses maximum flooding yang hampir mencakup seluruh cekungan. Sedangkan proses regressi terjadi sekitar 16 – 5 juta tahun yang lalu. Proses orogenic yang tersebar secara luas, yaitu seperti orogenic Barisan yang melewati Sumatra Selatan sejak 5 juta tahun yang lalu sampai sekarang.

Dalam Darman dan Sidi (2000) dalam bukunya An Outline of The Geology of Indonesia, de Coster (1974) menyebutkan bahwa cekungan Sumatra selatan dihasilkan oleh tiga fase tektonik, yaitu Middle-Mesozoic orogeny, Late Cretaceous-Eocene tectonism serta Plio-Plistocene orogeny.

Cekungan Sumatera Selatan terletak di sebelah timur Pegunungan Barisan yang menyebar ke arah timur laut sampai area offshore dan merupakan cekungan belakang busur yang dibatasi oleh Pegunungan Barisan di sebelah barat daya, dan Paparan Sunda pra-Tersier di sebelah timur laut (de Coster, 1974 dalam Barber et al, 2005). Cekungan Sumatra Selatan terbentuk selama fase extension yang berarah timur – barat pada pra-Tersier akhir – Tersier awal (Daly et al.,1987 dalam Barber et al, 2005). Aktivitas orogenic berlangsung pada Cretaceous akhir – Eocene dan membagi cekungan kedalam 4 sub-cekungan, yaitu subcekungan Jambi, sub-cekungan Palembang Selatan, sub-cekungan Palembang Tengah dan subcekungan Palembang Utara (van Gorsel, 1988 dalam Barber et al, 2005). Menurut sumber yang lain, pembagian sub-cekungan Sumatra Selatan terbagi menjadi 2, yaitu sub-cekungan Palembang dan sub-cekungan Jambi dimana kedua sub-cekungan tersebut sedikit off-set satu sama lainnya. Sub-cekungan Palembang memiliki rifts yang berorientasi utara-selatan sedangkan subcekungan Jambi berarah Timur laut – Barat daya (Barber et al, 1995).

Cekungan South Sumatera terletak di bagian selatan pulau Sumatra, batas-batasnya :

Utara : Pegunungan Tigapuluh

Barat : Pegunungan Barisan

Timur : Palembang & Lampung high

Potensi Hidrokarbon Cekungan South Sumatera:

Cekungan Sumatra Selatan merupakan salah satu cekungan sedimen besar di Indonesia yang sudah terbukti menghasilkan hidrokarbon.

Secara regional Cekungan Sumatera Selatan memiliki potensi yang baik dalam bidang minyak dan gas bumi. potensi source rock dari cekungan ini adalah Formasi Talang Akar, Formasi Lahat, dan Formasi Gumai. Formasi Talang akar merupakan sumber hidrokarbon dominan dari hidrokarbon komersial pada cekungan Sumatera Selatan. Reservoir yang berpotensi pada cekungan Sumatra selatan adalah Pre-Tertiary Basement, Formasi Lemat, Formasi Talang Akar, Formasi Baturaja, Formasi gumai, dan Formasi Air Benakat. (Ginger & Fielding, 2005).

MedcoEnergi Kembali Menemukan Cadangan Minyak Dan Gas

Melalui siaran pers Minggu (28/9/14) seperti yang dilansir Bisnis dan media lainnya, MedcoEnergi menyatakan kembali menemukan cadangan minyak dan gas pada :

  • Sumur Hijau-2 di Blok South Sumatera, Indonesia dan
  • Sumur O2 di Blok Area 47, Libya, Afrika Utara dengan total perkiraan cadangan mencapai 250 juta barel setara minyak

Sumur Hijau-2 di Blok South Sumatera, Indonesia:

  • Merupakan sumur delineasi
  • Yang dibor hingga kedalaman 5.695 kaki (736 meter).
  • Pengujian Drill Stem Test (DST) membuktikan cadangan gas dengan ketebalan kolom 35 meter di bawah formasi Baturaja Limestone
  • Dari hasil awal pengujian, sumur Hijau-2 mampu mengalirkan gas sebanyak 5,05 juta standar kaki kubik per hari pada choke 24/64 inci
  • Penemuan cadangan migas ini diharapkan dapat membuka prospek-prospek hidrokarbon baru di cekungan South Sumatera dan dapat meningkatkan produksi migas untuk domestik.

Sumur O2 di Blok Area 47, Libya, Afrika Utara:

  • Ditajak sejak 23 Mei 2014 pada kedalaman 10.780 kaki
  • Hasil pengujian sumur menunjukkan bahwa sumur O2 dapat mengalirkan minyak sebanyak 3.300 barel per hari dan gas sebanyak 140.000 standar kaki kubik per hari ada choke 48/64 inci di formasi Top Lower Akakus,
  • Lokasi sumur O2 terletak di luar cekungan cadangan ini membuktikan adanya elemen stratigrafi yang bisa menghubungkan cekungan ini dengan cekungan lainnya di area tersebut
  • Keberhasilan Sumur O2 dan Sumur P2 di Juli 2014 membuktikan bahwa Blok Area 47 berada pada area hidrokarbon yang produktif, yaitu di cekungan Chadames Basin dengan temuan minyak dan gas yang besar dan tingkat keberhasilan eksplorasi mencapai 90% (18 dari 20 sumur eksplorasi berhasil ditemukan cadangan minyak dan gas).
  • Pada 17 September 2014, Pemerintah Libya telah mengumumkan deklarasi persetujuan komersialisasi untuk struktur B, C dan J.
  • “Dengan persetujuan ini, Medco Energi bersama mitra kerjanya, yaitu National Oil Corporation (NOC) Libya dan Libyan Investment Authority (LIA), dapat memulai pengembangan struktur B, C dan J dengan total perkiraan cadangan migas sebesar 250 MMBOE, termasuk struktur A, D dan F yang persetujuan komersialisasinya telah didapat terlebih dahulu di akhir tahun 2011”, kata Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk Lukman Mahfoedz.

Catatan:

Sumur P-2 di Blok Area 47, Libya, Afrika Utara:

Pengeboran sumur appraisal pertama kali setelah masa Revolusi Libya, yaitu sumur P2 yang berada di struktur P, telah berhasil menemukan dua lapisan hidrokarbon dengan total ketebalan net setebal 26 kaki di formasi Top Lower Acacus dan Mamuniyat. Pengujian sumur P2 yang dilakukan di formasi Mamuniyat menghasilkan aliran gas sebesar 6,5 MMSCFD melalui choke 48/64 inci. Berdasarkan hasil uji sumur appraisal P2 ini, sangat besar kemungkinan struktur P berhubungan dengan struktur H yang telah ditemukan saat pengeboran sumur eksplorasi H1 pada 2008.

Penemuan di Blok South Sumatera dan Blok Area 47 ini membuktikan kemampuan Medco yang terus berhasil dalam menemukan sumber-sumber baru Migas di area operasinya.

Cekungan South Sumatera

Gambar-1 Lokasi Cekungan South Sumatera

Kolom stratigrafi_bishop 2000

Gambar-2 Kolom Stratigrafi Cekungan South Sumatera (Bishop 2000)

DAFTAR PUSTAKA :

  1. Ahmad Syahri Fadhli Haqqi, Edy Sunardi & Vijaya Isnaniawardhani, Analisis Fasies dan Sikuen Stratigrafi Formasi Air Benakat Berdasarkan Data Well Log, pada Lapangan “EA”, Cekungan Sumatra Selatan (filetype PDF) , http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2014/09/Analisis-Fasies-Dan-Sikuen-Stratigrafi-Formasi-Air.pdf
  2. Badan Geologi ESDM, Delineasi Cekungan Sedimen Sumatra Selatan Berdasarkan Analisis Data, JURNAL SUMBER DAYA GEOLOGI, Vol. 20 No. 2 April 2010, http://www.bgl.esdm.go.id/publication/index.php/dir/article_detail/322
  3. ESDM, Medco Temukan Temukan Gas di Sumur Eksplorasi Matang-1, Senin, 13 Mei 2013
  4. ESDM, Penandatanganan Perpanjangan Kontrak Kerja Sama Blok Migas, 28 Oktober 2010
  5. Fauzul Muna, Aksi Korporasi : MedcoEnergi Temukan Cadangan Migas, Bisnis Indonesia, hal. 7, Senin – 29 September 2014.
  6. Liputan6, Medco Temukan Cadangan Minyak di Libya dan Sumatera Selatan, 28 Sep 2014
  7. MetroTV, Berhasil! Medco Temukan Cadangan Migas, 29 September 2014
  8. Migas-ESDM, Medco Temukan Cadangan Migas di Indonesia dan Libya, Senin, 29 September 2014
  9. MigasReview, Medco Temukan Cadangan Gas & Minyak di Sumatera & Libya, 29 September, 2014
  10. MigasReview, MedcoEnergi Temukan Hidrokarbon di Libya, 1 July, 2014
  11. Ridwan Firdaus, South Sumatera Basin, 11 Mei 2013, http://www.slideshare.net/ridwangeosakti/south-sumatera-basin
  12. Herning Dyah&Aluwisia , Presentasi Cekungan South Sumatra (filetype PPT), http://michel.web.ugm.ac.id/PRESENTASI SOUTH SUMATRA REVISI (Herning Dyah&Aluwisia).ppt
  13. Rista Rama Dhany – detikfinance, Perusahaan Migas RI Temukan Cadangan Minyak 250 Juta Barel di Libya, Minggu, 28/09/2014
  14. RRI-co-id , Migas RI Temukan Cadangan Minyak di Libia, 28 September 2014
  15. SKK Migas, BULETIN SKK MIGAS No.13 I Februari 2014
  16. Tempo, Medco Selesaikan Pengeboran Lima Sumur Migas, 19 September 2013
  17. Unila, TINJAUAN GEOLOGI Cekungan South Sumatera (Filetype PDF), http://digilib.unila.ac.id/128/10/BAB II.pdf
  18. Wikibooks, The Geology of Indonesia/Sumatra
  19. Wikipedia, Medco E&P Indonesia
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s