Proyek EPC Blok Senoro-Toili, Blok Matindok dan Pembangunan Kilang LNG Donggi-Senoro

indonesia-lng-map

Sekilas Blok Senoro-Toili

Di Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah, pengelolaan Migas dibagi dalam 2 blok yaitu blok Senoro dan blok Matindok.

Senoro-Toili merupakan blok migas di Sulawesi Tengah yang dikelola JOB Medco Energi dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) lewat Pertamina-Medco E&P Tomiri Sulawesi (PMTS JOB).

Melalui entitas anak perusahaan, yaitu PT Medco E&P Tomori Sulawesi (Medco Tomori), perusahaan PT Medco Energi International, Tbk. (MedcoEnergi) memiliki 30 persen hak partisipasi di Blok Senoro-Toili dan mengoperasikan blok tersebut dengan mitranya, Pertamina yang memiliki 50 persen hak partisipasi melalui anak perusahaannya, yaitu PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Mitsubishi Corporation dan Korea Gas Corporation (KOGAS) yang memiliki 20 persen hak partisipasi melalui Tomori E&P Limited. – (Sumber: http://migasreview.com/ )

Kepala Humas SKK Migas Elan Biantoro kepada Republika.co.id di Jakarta, Selasa,14-Jan-2014 mengatakan, Blok Senoro Toili baru memproduksi minyak pada 2014. Blok tersebut direncanakan memproduksi minyak 250 barel per hari dan gas ikutan 8 MMSCFD. “Senoro baru minyaknya, gas belum,” ujarnya.

unduhan
 (Picture: http://www.donggisenorolng.co.id/)

Sekilas Blok Matindok

Blok Matindok dikelola oleh PT Pertamina E&P Matindok (Proyek Pengembangan Gas Matindok  / PPGM).

Area Matindok meliputi lapangan Donggi, Matindok, Maleoraja, dan Minahaki.

Plan of Development (POD) pengembangan gas Matindok tersebut mendapat persetujuan dari BPMIGAS pada tanggal 24 Desember 2008.

Proyek Pengembangan Gas Matindok (PPGM) Kabupaten Banggai, Propinsi Sulawesi Tengah, ini merupakan proyek yang penting bagi industri minyak dan gas bumi di Indonesia dan nantinya akan berperan penting dalam mempertahankan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara pengekspor LNG terbesar di dunia.

PPGM memiliki fasilitas yang lengkap mulai dari memproduksi gas bumi dari sumur yang telah dieksplorasi maupun dari rencana sumur pengembangan yang berasal dari 5 lapangan gas bumi, yaitu: lapangan-lapangan gas Donggi, Matindok, Maleo Raja, Sukamaju, dan Minahaki. Saat ini progres pengerjaan PPGM diperkirakan sudah mencapai 21%, dan ditargetkan akan on stream di akhir 2015.

Kemampuan produksi gas dari Blok Matindok diperkirakan ± 105 MMSCFD (gross), dengan kandungan kondensat ± 850 bopd, dan air yang terikut diproduksikan diperkirakan ± 2500 bwpd, dengan prakiraan umur produksi 20 tahun yang didasarkan atas besarnya cadangan gas yang ada dan hasil kajian kelayakan ekonomi untuk pengembangan lapangan. Gas yang diproduksi mengandung CO2 ± 2,5%, Total Sulfur ±3.000 ppm dan kemungkinan juga mengandung unsur yang lainnya. (Sumber: http://www.pertamina-ep.com/)

Proyek Pembangunan Sektor Hilir – Kilang LNG Donggi-Senoro (DSLNG)

Kepemilikan DSLNG adalah sebagai berikut:

  • Sulawesi LNG Development Ltd. (Mitsubishi dan KOGAS) : 59,9 persen
  • PT Pertamina Hulu Energi : 29 persen
  • PT Medco LNG Indonesia : 11,1 persen

Profil Proyek Kilang LNG Donggi-Senoro:

  • Berlokasi di kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah
  • Nilai proyek: US$2,1 miliar.
  • Kapasitas produksi: 2 juta ton per tahun
  • LNG Storage tank: 1 x 170.000 m3
  • LNG Liquefaction Train: 1 Train x 2 MTPA
  • Jetty: 1 x LNG Loading + 1 x MOF
  • Generator Gas Turbin: 3 x 22,6 megawatt
  • Target komisioning: Agustus 2014 (progress 99% pada Agustus 2014)
  • Target Produksi & Pengiriman Perdana: Kuartal I/2015 (mundur pertengahan 2015)
  • Pasokan gas: PMTS-JOB 250 MMscfd dan PPGM 85 MMscfd.

Pembeli LNG produksi DSLNG:

  • Chubu Electric Power (1 juta ton lNG per tahun)
  • Kyushu Electric Power (300.000 ton LNG per tahun)
  • Korea gas Corporation (700.000 ton per tahun)

Berita terbaru (11/8/14) lebih lanjut mengenai Proyek Kilang DSLNG:

  • Progress pembangunan kilang DSLNG oleh PT JGC Corporation melalui anak usahanya PT JGC Indonesia sudah mencapai 99%, kata Presiden Direktur PT Medco Energi International Tbk. –induk usaha Medco E&P Indonesia Lukman Mahfoedz kepada Bisnis Indonesia, Jumat (8/10/14).
  • Kini difokuskan pada persiapan pengoperasian kilang.
  • Seluruh komponen kilang seperti main heat exchanger dan LNG storage tank telah terpasang.
  • Jadwalnya, kuartal III/2014 akan dilakukan pengetesan peralatan kilang dengan menggunakan gas.
  • Bila kedua train sudah beroperasi, kilang DSLNG akan disuplai gas dari blok migas Senoro-Toili yang akan memiliki kapasitas penuh 310 MMscfd.
  • Pengiriman perdana LNG ditargetkan bisa dilakukan pada Mei 2015.

Rencana pasokan gas ke kilang DSLNG adalah sebagai berikut,

  • blok Senoro-Toili akan memasok sekitar 250 MMscfd mulai April 2015,
  • lapangan Donggi mulai menyuplai 50 MMscfd pada pertengahan 2015, dan
  • lapangan Matindok akan menyuplai 35 MMscfd pada 2016.

Selain LNG, gas yang diproduksi Senoro dan Matindok dimanfaatkan di dalam negeri untuk pabrik pupuk milik PT Panca Amara Utama dan pembangkit PT PLN (Persero).

106828_a75e0fe82c6f46d6ab2c(Picture: http://www.energy-pedia.com)

Proyek EPC Sektor Hulu di Blok Migas Senoro-Toili di Sulawesi Tengah

Proses tender proyek ‘engineering, procurement, and construction’ (EPC) Fasilitas Produksi Gas (CPP) telah selesai dilakukan dan kontraktor pemenang tender EPC, yaitu konsorsium Tripatra-Samsung Engineering, diumumkan pada kuartal III/2012. Pekerjaan EPC dimulai September 2012.

Berita terbaru (11/8/14) Proyek EPC Blok Migas Senoro-Toili:

  • Konstruksi sektor hulu di blok Senoro-Toili baru mencapai 50%, kata Presiden Direktur PT Medco Energi International Tbk. Lukman Mahfoedz kepada Bisnis Indonesia, Jumat (10/8/14).
  • PMTS JOB akan mengalirkan gas sejumlah 5 MMscfd dari Blok Senoro-Toili ke kilang DSLNG pada akhir Agustus 2014 untuk uji coba (commissioning) kilang DSLNG.
  • Perkiraan selesai pengerjaan konstruksi di blok Senoro-Toili pada Januari hingga Februari 2015.
  • Blok Senoro-Toili akan mulai menyuplai gas ke kilang DSLNG pada Februari 2015.
  • Commissioning dan performance test ditargetkan selesai April 2015.
  • Suplai gas akan terus meningkat dan mencapai kapasitas penuh sebesar 310 MMscfd pada April 2015.

Catatan:

Perusahaan engineering, procurement, and construction (EPC) Tripatra mengerjakan proyek-proyek besar di tahun 2013 seperti Proyek Banyu Urip di Blok Cepu, Bojonegoro, dan proyek Fasilitas Produksi Gas di Blok Toili, Senoro. (Sumber: “Indika Energy Public Expose” di http://www.indikaenergy.co.id/ )

Proyek Pembangunan Fasilitas Produksi Lapangan Gas Matindok

Berita terbaru (11/8/14) mengenai fasilitas produksi lapangan Matindok tersebut:

  • akan dibangun oleh konsorsium PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dan PT Technip Indonesia.
  • dengan nilai kontrak US$234 juta.
  • Target selesai pada 2016.

Catatan:

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) bersama PT Techip Indonesia mendapatkan kontrak pekerjaan EPC Pembangunan Fasilitas Produksi Gas Matindok milik PT Pertamina EP berdasarkan Surat Penunjukan Pemenang Nomor:0049/EP0000/2014-SO tertanggal 15 Januari 2014 dengan total nilai kontrak US$234.000.000.

Dalam konsorsium ini, WIKA memiliki porsi sebesar 70% dari total nilai proyek atau sekitar US$163,8 juta. Lingkup pekerjaan Konsorsium pada proyek ini meliputi Central Processing Plant (CPP) Matindok Gas Treating Plant, Flowline, Trunkline, Fiber Optic hingga pekerjaan infrastruktur (sarana jalan masuk, dormitory, dan fasilitas umum lainnya). Proyek ini akan dikerjakan selama 26 bulan kalender terhitung sejak tanggal yang ditetapkan dalam penandatanganan perjanjian kontrak.

Literatur:

  1. Lukas Hendra, Kilang LNG: Senoro salurkan Gas Akhir Bulan Ini, Bisnis Indonesia, hal. 24, Jakarta, 11-Agustus-2014.
  2. Migasreview.com, 5 Proyek Utama MedcoEnergi, 29 April 2013, http://migasreview.com/5-proyek-utama-medcoenergi.html#comments
  3. Republika.co.id, SKK: Gas Masuk Kilang Senoro Mulai 2015, Selasa, 07 Januari 2014, http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/ritel/14/01/07/mz12c1-skk-gas-masuk-kilang-senoro-mulai-2015
  4. WIKA.co.id, WIKA Konsorsium Raih Proyek EPC Pembangunan Fasilitas Produksi Gas Matindok, http://www.wika.co.id/id/highlight/wika%E2%80%99s-consortium-achieves-epc-project-of-matindok-gas-production-facilities/

Related Articles:

Advertisements

8 responses to “Proyek EPC Blok Senoro-Toili, Blok Matindok dan Pembangunan Kilang LNG Donggi-Senoro

  1. mudah mudahan bisa dimanfaatkan sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat indonesia yang kita cintai

  2. Insyallah dapat terselesaikan untk wktu yg tlah d’perkiran,agar dapat beroperasi dan dimanfaatkan untk bangsa.

  3. tapi msh banyak permasalahan yg belum selesai seperti pembebasan lahan di cpp dan jety serta pengrusakan hutan manggrove

  4. Saran sya lingkungan dan masyarakat yg di sekitarnya jga harus di perhatikan agar bisa saling harmonis

  5. Sya orang toili asli…kok cari kerja d pertamina susah skali..mlah orng luar yg di terima.sy jg btuh pkerjaan jngan hanya hasil bumi daerah sy yg di hbiskn tpi sy tdk dpt menikmati apa2….pimimpinan pertamina atau aplah tlong perhatikan kesehjahtraan pduduk lokak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s