APBN 2014, Realisasi, Revisi Target Lifting 2014 dan Target 2015

Rapat Kerja membahas asumsi makro RAPBN-P 2014 sektor energi dan sumber daya mineral antara Pemerintah dan Komisi VII DPR di Jakarta pada Selasa (10/6/2014) menyepakati revisi target lifting menjadi 818.000barel per hari dari semula 870.000 barel per hari.

Tabel – Lifting Minyak Bumi 2014 (ribu barel per hari)

Lifting Minyak Bumi 2014_BI-11jun2014

Catatan: Asumsi/ kurs dolar Rp11.700 Sumber: kementerian ESDM, diolah, 2014 (Bisnis/M. Raushan)

KKKS yang mampu memenuhi target produksi APBN 2014:

Berdasarkan data Lifting Minyak Bumi 2014 yang diperoleh Bisnis Indonesia, dari sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang berkontrak, terdapat tiga KKKS yang mampu memenuhi target produksi seperti dalam APBN 2014, yakni:

  • PHE North West Java Sea
  • PHE West Madura
  • BOB-PT BSP Pertamina Hulu

KKKS yang direvisi target lifting-nya:

Berdasarkan data Lifting Minyak Bumi 2014, sejumlah KKKS direvisi target produksinya, seperti:

  • Chevron Pacific Indonesia dari 310.500 bph menjadi 304.150 bph
  • Pertamina EP dari 128.880 bph menjadi 127.420 bph
  • Total E&P Indonesie dari 67.000 bph menjadi 66.860 bph
  • CNOOCdari 38.120 bph menjadi 34.080 bph
  • Conoco Phillips  dari 28.780 bph menjadi 27.090 bph
  • Mobil Cepu Limited dari 58.960 bph menjadi 31.880 bph
  • Chevron Indonesia Company dari 27.640 bph menjadi 19.910 bph
  • Petrochina Inter Jabung dari 16.730 bph menjadi 14.960 bph
  • Medco E&P Indonesia   dari 13.400 bph menjadi 12.560 bph
  • Vico Indonesia  dari 13.860 bph menjadi 12.970 bph

Penyebab utama penurunan lifting

Menteri ESDM Jero Wacik mengemukakan penurunan lifting dari 870.000 bph pada APBN 2014 menjadi 818.000 bph dalam RAPBN-P2014 tersebut terutama diakibatkan oleh kondisi sumur minyak bumi yang telah memasuki masa mature.

Pelaksana Tugas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Johanes Widjonarko, mengatakan (Tempo – 01/03/2014) sebenarnya SKK Migas sudah berupaya melakukan optimalisasi dari seluruh program yg bisa dilakukan agar dapat memproduksi minyak tambahan. Karena lapangan-lapangan minyak kita sudah cukup major dan tidak ada temuan sumur-sumur minyak baru yg cukup besar dalam beberapa tahun terakhir,” tambah dia.

Megaproyek Blok Cepu

Adapun target lifing Blok Cepu yang dikelola Mobil Cepu Limited direvisi dari target APBN 2014 sebesar 58.960 barel per hari menjadi sebesar 31.880 barel per hari, karena keterlambatan on-stream Megaproyek Blok Cepu.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Edy Hermantoro mengungkapkan Megaproyek Blok Cepu diperkirakan baru bisa on-stream pada 2015 dari jadwal sebelumnya November 2014.

Tantangan menjaga tingkat produksi 2014

Dalam APBN 2014 ditargetkan lifting minyak sebesar 870.000 barel per hari dan lifting gas bumi sebesar 7.175 juta british thermal unit per hari (bBtud). Jumlah ini setara 2.110.000 barel ekuivalen minyak per hari. Target penerimaan Negara dari penjualan migas tersebut sebanyak US$ 30,6 miliar.

Pelaksana Tugas Kepala SKK Migas, J. Widjonarko di Jakarta, Rabu (1/1) mengatakan, “Target produksi migas dari pemerintah ini lebih tinggi ketimbang hasil pembahasan WP&B 2014 yang memperkirakan lifting minyak sebesar 804.000 barel per hari dan gas bumi sebesar 6.853 bBtud. “Gap target produksi ini menjadi tantangan industri migas pada tahun 2014.”

SKK Migas menyiapkan beberapa langkah untuk menyiasati tantangan yang dihadapi.

  • Yang pertama, mengatasi masalah gangguan operasi. Upaya yang dilakukan dengan mengurangi kegagalan operasi produksi dan pengeboran untuk mendapat tambahan produksi dan fasilitasi penyelesaian masalah proyek.
  • Kedua, mengurangi penghentian produksi yang tidak direncanakan (unplanned shutdown). Langkah yang dilakukan antara lain, evaluasi detail atas rencana pemeliharaan fasilitas produksi dan meningkatkan pengawasan fasilitas produksi.
  • Kemudian, mengatasi decline rate yang tajam dengan memastikan jadwal pengeboran sumur pengembangan tepat waktu dan optimalisasi proses pengembangan.
  • Keempat, mengatasi kendala pembebasan lahan dan perijinan. Caranya, SKK Migas akan terlibat langsung dalam proses pembebasan lahan, jadwal pembebasan lahan diupayakan tepat waktu, serta mengupayakan dan mendorong terus penyelesaian Service Level Agreement (SLA) terkait perijinan.
  • Terakhir, mengatasi kendala pengadaan dengan pemutakhiran proses bisnis dalam proses pengadaan dan meningkatkan akuntabilitas dan tata kelola yang baik.

Target Produksi Minyak 2015

Target Produksi Minyak 2015 diusulkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) 2015 di kisaran 830.000 – 870.000 barel per hari (bph).

Menteri ESDM Jero Wacik dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/6/2014), mengatakan “Target produksi 830.000 – 870.000 bph kelihatannya realistis dengan catatan Cepu bisa kita resmikan operasi awalnya Agustus tahun ini”.

Tantangan menjaga tingkat produksi 2015

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Edy Hermantoro, mengatakan tahun 2015 SKK Migas menargetkan declining rate sekitar 3 persen. (Tempo – 12/06/2014)

Untuk menjaga tingkat produksi minyak, maka

  • Pemerintah dan SKK Migas akan mempercepat perizinan dan mendorong pelaksanaan enhanced oil recovery oleh KKKS.
  • Selain itu, Kementerian ESDM menargetkan produksi gas bumi pada 2015 sebanyak 1,24 juta barel setara minyak per hari. Kementerian menargetkan kewajiban pemenuhan kebutuhan pasar domestik (Domestic Market Obligation/DMO) untuk gas ditargetkan 50 persen.

Reference / read more :

[1]          Keterlambatan Proyek Blok Cepu: DPR Setuju Target Lifting Dipangkas, Fauzul Muna, Lukas Hendra & Ringkang Gumiwang, Bisnis Indonesia, hal 1, 11-Juni-2014.

[2]          SKK Migas Godok Target Lifting Minyak 2014, http://www.bloombergindonesia.tv/

[3]          SKK Migas Menyerah Kejar Lifting Minyak 2014, http://www.tempo.co/ ,Sabtu, 01 Maret 2014.

[4]          ESDM Klaim Target Produksi Minyak 2015 Realistis, http://ekonomi.metrotvnews.com/ , Ayomi Amindoni – 11 Juni 2014.

[5]          2015, ESDM: Lifting Minyak 830 Ribu Barel Per Hari, http://www.tempo.co/ , Kamis, 12 Juni 2014

[6]          Investasi Migas 2014 US$ 25,64 Miliar, http://www.esdm.go.id/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s