Peluang Investasi di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat – Indonesia

Sekilas Profil Bekasi:

Bekasi tempo dulu merupakan ibu kota Kerajaan Tarumanegara dengan sebutan Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri. Di kota inilah asal Maharaja Tarusbawa, pendiri Kerajaan Sunda menurunkan raja-raja Sunda sampai generasi ke-40 yaitu Ratu Ragumulya, penguasa Pajajaran yang terakhir.

Kota Bekasi terletak di Kabupaten Bekasi, di Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Kota Bekasi merupakan sebuah kecamatan dari Kabupaten Bekasi yang kemudian berkembang dan ditingkatkan statusnya pada tahun 1982 menjadi kota administratif Bekasi. Kota Bekasi saat itu terdiri atas empat kecamatan yaitu kecamatan Bekasi Timur, Bekasi Selatan, Bekasi Barat, dan Bekasi Utara.

Kota Bekasi dikenal sebagai kota urban dan merupakan wilayah penyangga DKI Jakarta.

Kota Bekasi berada dalam lingkungan megapolitan Jabodetabek dan menjadi kota besar ke empat di Indonesia. Saat ini Kota Bekasi berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban dan sentra industri.

Populasi (2010)

  • Total: 2.334.871 penduduk
  • Kepadatan: 11,000/km2 (29,000/sq mi)

Berdasarkan sensus tahun 2011, pencari kerja di kota ini didominasi oleh tamatan SMA atau sederajat, yakni sekitar 65,6% dari total pencari kerja terdaftar. (Wikipedia)

Menurut Kepala Bappeda Bekasi, laju pertumbuhan ekonomi Bekasi rerata tiap tahun mencapai 7% atau di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Kebijakan Investasi:

Data Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu (BPPT) Pemerintah Kota Bekasi menyebutkan izin mendirikan bangunan kategori industri :

  • pada 2010 sebanyak 39 jenis perizinan,
  • pada 2011 sebanyak 25 jenis perizinan,
  • pada 2012 dan 2013 BPPT sebanyak 0 jenis perizinan (tidak mengeluarkan perizinan).

Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bekasi merilis data:

  • pada 2011 keberadaan industri sebanyak 214 buah
  • pada 2012 keberadaan industri berkisar 187 buah

Berkurangnya 27 perusahaan industri besar dan sedang pada 2012 menyebabkan menurunnya jumlah tenaga kerja berkisar 4.941 orang yakni dari 55.996 orang menjadi 51.055 orang.

Berkurangnya industri besar dan sedang di Bekasi seiiring dengan kebijakan Pemkot Bekasi yang menghentikan dulu pemberian izin investasi industri besar dan sedang sejak beberapa tahun lalu.

Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi Eka Hidayat Taufik mengatakan penghentian izin dilakukan karena lahan di Kota Bekasi kian menyempit.

Pemkot Bekasi berusaha mempertahankan industri manufaktur yang sudah ada sebelumnya.

Kepala Bidang Industri Disperindagkop Kota Bekasi Jainuddin Sitanggang mengatakan tren penurunan investasi industri manufaktur terjadi karena pelaku usaha menghadapi biaya produksi yang tiap tahun kian membengkak.

Peluang Investasi:

Pemkot Bekasi mengubah laju pertumbuhan ekonomi dari industri pengolahan (manufacturing) kepada jasa dan perdagangan.

Namun, kata Kepala Bappedda Bekasi, Pemkot Bekasi masih memberikan relaksasi perizinan bagi investor yang serius menggarap industri pengolahan sampah agar dapat mengurangi polusi dan pencemaran lingkungan di Kota Bekasi.

Kini Pemkot Bekasi mendukung perizinan bagi investor baru yang hendak mengembangkan bisnis pada sektor jasa dan perdagangan baik ritel maupun properti. Dan pendirian bangunan harus mengacu pada UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang.

Selain itu, Pemkot Bekasi mendukung pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah (IKM) kreatif.

Tantangan:

Keberadaan UMKM dan IKM belum terdata secara baik.

Dukungan:

Pemkot Bekasi mendukung pertumbuhan UMKM / IKM dengan memberikan kemudahan perizinan dan pelatihan.

Reference / read more:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s