Mega Proyek Pipa Transmisi Gas Kalimantan-Jawa (Kalija)

Percepatan infrastruktur gas bumi ini sejalan dengan upaya Pemerintah yang terus meningkatkan alokasi gas bumi untuk domestik. Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, ketersediaan energi murah seperti gas bumi akan mendorong masuknya investasi dan investor ke berbagai sektor industri. Hal itu tentunya akan sangat positif bagi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Melalui SK Menteri ESDM Nomor 2700 K/11/MEN/2012, Pemerintah memutuskan untuk membangun jaringan pipa Kalija secara bertahap.

Latar Belakang, Kebutuhan Gas Jawa dan Manfaat Pembangunan Pipa Kalija

Direktur Gas Bumi Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas Hendra Fadly mengatakan “Kebutuhan Jawa bisa sampai 700 MMscfd [million standard cubic feet per day], itu kapasitas pipa dari Kalimantan rencananya 700—800 MMscfd”.

Hendra juga menegaskan proyek pipa Kalija tetap layak untuk dijalankan, meski nanti kebutuhan gas di Pulau Jawa akan di­pasok oleh tiga FSRU yang kini dimiliki Indonesia (Jabar, Jateng, dan Lampung), dan fasilitas pengangkut LNG lainnya, itu masih belum cukup, karena FSRU kecil kapasitas gas yang bisa dialirkan.

Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, ketersediaan energi murah seperti gas bumi akan mendorong masuknya investasi dan investor ke berbagai sektor industri. Hal itu tentunya akan sangat positif bagi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan, khususnya di wilayah Jawa Tengah. (Seperti dilansir dari laman jaringnews.com).

Rencana alokasi gas domestik 2014

Percepatan infrastruktur gas bumi ini sejalan dengan upaya Pemerintah yang terus meningkatkan alokasi gas bumi untuk domestik.

  • Pada tahun 2014, rencana alokasi gas domestik mencapai sebesar 4.560 miliar british thermal unit per hari (BBTUD) atau 57,3 persen dari total produksi,
  • sementara di tahun 2013 alokasi gas bumi domestik sebanyak  3.774 BBTUD atau 52,6 persen.

Proyek Pipa Kalija Secara Bertahap

Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas (BPH Migas) No. 042/PL/BPH Migas/Kom/VII/2006 tanggal 27 Juli 2006, menetapkan bahwa PT Bakrie and Brother Tbk (BNBR) sebagai pemenang lelang Hak Khusus Ruas Transmisi Gas Bumi Bontang (Kalimantan Timur) ke Semarang (Jawa Tengah), melalui lelang tahun 2006 silam.

Melalui SK Menteri ESDM Nomor 2700 K/11/MEN/2012, Pemerintah memutuskan untuk membangun jaringan pipa Kalija secara bertahap.

Bakrie & Brothers telah menerima banyak penawaran kerja, akhirnya memutuskan proyek itu dikerjakan bekerja sama dengan PGN, salah satu BUMN yang memiliki pengalaman baik dalam operasional industri gas di Indonesia.

Bakrie & Brothers dengan PGN, telah membentuk PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) sebagai pelaksana proyek dan operator. KJG merupakan perusahaan patungan antara PT PGN dan Bakrie Group yang 80 persen sahamnya dimiliki oleh BUMN Gas, yakni PT Perusahaan Gas Negara, sedangkan sisanya 20 persen dimiliki PT Bakrie & Brothers. (PGAS 80% saham dan BNBR 20% saham).

Gas Transportation Agreement (GTA) antara Bakrie sebagai transporter, PT PLN sebagai pembeli dan Petronas Carigali Muriah Ltd sebagai pengelola lapangan gas Kepodang, telah ditandatangani Desember 2012 lalu.

Kalija Tahap I

Proyek pipa transmisi Kalija I direncanakan

  • Sepanjang 207 kilometer.
  • Pipa menghubungkan sumber gas lapangan Kepodang di lepas pantai Jepara menuju ke PLTGU Tambak Lorok di Semarang yang dioperasikan PT Indonesia Power, anak perusahaan PT PLN (Persero).
  • Kapasitas gas yang dialirkan dalam pipa transmisi Kalija I mencapai 116 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
  • Ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan pipa Kalija Tahap I menurut rencana dilakukan oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (14/3/2014) di area PT Indonesian Power UBP Semarang.
  • Manajemen PT Bakrie & Brothers berharap pembangunan Tahap I akan dapat diselesaikan tepat waktu, paling lambat Agustus 2015 (kuartal ketiga 2015). (Sumber: Aktual.co)
  • Ditargetkan bisa menyalurkan gas di kuartal empat 2015. (Sumber: republika.co.id)

Kalija Tahap II

Proyek Kalija tahap II direncanakan,

  • sepanjang 1.200 kilometer
  • yang menghubungkan sumber gas di Kalimantan Timur ke Jawa.
  • Pipa Kalija dibangun oleh PT Kalimantan Jawa Gas yang merupakan perusahaan patungan antara PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Bakrie & Brothers Tbk.

Investasi pembangunan pipa Kalija

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Hendi Prio Santoso mengatakan kebutuhan dana investasi proyek pipa transmisi Kalimantan-Jawa (Kalija) tahap I dan II mencapai 1,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp19 triliun. (Seperti dilansir dari laman Aktual.co /14.03.14)

“Nilai proyek Kalija I antara 150-200 juta dolar sedangkan untuk tahap II mencapai 1,5 miliar dolar AS,” kata Hendi saat mengikuti acara peresmian dimulainya pembangunan (groundbreaking) proyek infrastruktur tersebut di Semarang, Jumat (14/3/2014).

Investasi proyek pembangunan pipa Kalija Tahap I itu mencapai Rp 1,6 Triliun. (Sumber: Bisnis Indonesia / 14.03.14)

Lapangan Kepodang

Petronas Carigili Muriah Ltd adalah pengelola Lapangan Kepodang yang masuk ke dalam Blok Muria di lepas pantai Jepara – Jawa Tengah, mengatakan siap berproduksi mulai Oktober 2014. Namun lapangan Kepodang tidak bisa segera beroperasi karena pipa pendistribusian belum selesai.

Profile Mega Proyek Pipa Kalija

Pelaksana proyek dan Operator : PT Kalimantan Jawa Gas   (KJG),(PGAS 80% saham dan BNBR   20% saham).
Tahap I : Kepodang, Jepara dengan Tambak   Lorok, Semarang: 200 km
Tahap II : Bontang, Kalimantan Timur   dengan Kepodang, Jawa Tengah: 1000 km
Pipa Kepodang-Tambak Lorok
Panjang : 200 Kilometer
Kapasitas angkut : 200 MMSCFD
Tarif GTA : US$4,61 per MMBtu
Toll fee : US$0,37 per MMBtu
Lapangan Kepodang
Target produksi : 116 MMSCFD gas
Target on stream : Quartal 4 2014
Kontraktor : Petronas Carigali Muriah   Ltd.

Sumber: BPH Migas, SKK Migas, diolah Bisnis Indonesia.

Proyek tiga koridor jaringan distribusi gas bumi Jawa Tengah

Pembangunan proyek Infrastruktur Gas Bumi Terintegrasi Jawa Tengah, proyek tersebut meliputi Pipa Transmisi Kalija yang akan diselesaikan dalam dua tahap dan Proyek Distribusi Gas Bumi Jawa Tengah yang terbagi dalam tiga koridor.

PGAS juga akan mengembangkan tiga koridor jaringan distribusi gas bumi Jawa Tengah adalah

  • Koridor I yang meliputi Kendal – Semarang – Demak (48 km),
  • Koridor II: Wilayah Ungaran (34 km) dan
  • Koridor III di wilayah Pekalongan-Solo Raya-Pati (235 km).

In English version: “Gas Transmission Pipeline Project Kalimantan-Java (Kalija)” 

Reference / read more:

Advertisements

2 responses to “Mega Proyek Pipa Transmisi Gas Kalimantan-Jawa (Kalija)

  1. Pingback: Update: Proyek Pipa Kalimantan-Jawa Fase Pertama | Mande Blog·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s