Misi, Perkembangan dan Prospek Bisnis Penyiaran Nasional

Media Informasi sudah merupakan kebutuhan hidup yang mendorong bisnis media informasi, seperti: televisi, radio, media cetak, internet, dll. Televisi nasional free to air adalah stasiun televisi siaran gratis di Indonesia yang salurannya dapat ditangkap melalui antena UHF/VHF (terestrial). Rating itu menentukan harga jual slot waktu bagi pemasangan iklan pada program-program televisi. Di tengah bisnis penyiaran nasional, bagaimanakah pangsa pasar dari sepuluh televisi nasional free to air itu?

Televisi

Media Informasi sudah merupakan kebutuhan hidup masyarakat yang mendorong bisnis bidang media informasi, seperti media: televisi, radio, media cetak, internet, dan lain-lain.

Televisi adalah sebuah media telekomunikasi yang berfungsi menerima siaran gambar bergerak beserta suara. Kata “televisi” merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, “jauh”) dari bahasa Yunani dan visio (“penglihatan”) dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.”

Di Indonesia ‘televisi’ secara tidak formal sering disebut dengan TV (dibaca: tivi, teve ataupun tipi.)

Stasiun Televisi Pertama di Indonesia

Televisi Republik Indonesia (TVRI) adalah stasiun televisi pertama di Indonesia, yang mengudara pada tanggal 24 Agustus 1962.

Siaran perdananya menayangkan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-17 dari Istana Negara Jakarta. Siarannya ini masih berupa hitam putih.

Tayangan Iklan di Acara TV

Dahulu TVRI pernah menayangkan iklan dalam satu tayangan khusus yang dengan judul acara “Mana Suka Siaran Niaga” (sehari dua kali). Sejak April tahun 1981 hingga akhir 90-an TVRI tidak diperbolehkan menayangkan iklan, dan akhirnya TVRI kembali menayangkan iklan.

Berdirinya Stasiun Televisi Swasta Nasional

Tahun 1989 didirikan televisi swasta pertama RCTI di Jakarta, dan SCTV pada tahun 1990 di Surabaya.

RCTI adalah stasiun televisi swasta pertama di Indonesia.

Tahun 2007, RCTI tetap mempertahankan posisi market leader deangan pangsa pemirsa mencapai 17,9 % (ABC 5+) dan 17,5% (all demography). RCTI juga berhasil mempertahankan pangsa periklanan televisi tertinggi sebesar 15,2 % seperti dilaporkan oleh AGB Nielsen Media Research.

Di usianya yang ke-22, tahun 2011 (periode Januari – Desember 2011) RCTI dengan motto “Kebanggaan Bersama Milik Bangsa” tetap mempertahankan posisi market leader dengan pangsa pemirsa mencapai 17.5% (ABC, 5+) dan 17.8% (All Demography). RCTI juga berhasil mempertahankan pangsa periklanan televisi tertinggi sebesar 15.7% (periode Januari – Nopember 2011), seperti dilaporkan oleh Nielsen Audience Measurement.

Catatan: kategori ABC 5+ dengan penekanan khusus pada target pemirsa yang lebih muda termasuk anak-anak, remaja dan keluarga muda.

Stasiun televisi siaran gratis

Televisi nasional free to air adalah stasiun televisi siaran gratis di Indonesia yang salurannya dapat ditangkap melalui antena UHF/VHF (terestrial).

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, izin penyelenggaran siaran televisi melalui antena UHF/VHF (terestrial) yang dikeluarkan hanyalah untuk stasiun televisi lokal. Stasiun televisi yang ingin melakukan siaran nasional harus melakukan siaran berjaringan antar beberapa stasiun televisi lokal.

Stasiun TV yang sudah ditutup, diantaranya (baca selengkapnya di wikipedia) :

  • TVG tutup pada tanggal 15 Januari 2005 digantikan Global TV
  • TV7 tutup pada tanggal 15 Desember 2006 digantikan Trans7
  • MTV Indonesia tutup pada tanggal 1 April 2007 dikembalikan MTV Asia Tenggara
  • Digital1 & Kabelvision tutup pada tanggal 1 Juli 2007 digantikan First Media
  • LatiVi tutup pada tanggal 14 Februari 2008 digantikan tvOne
  • TPI tutup pada tanggal 20 Oktober 2010 digantikan MNCTV
  • SUN TV Network tutup pada tanggal 26 September 2011 digantikan SINDOtv

Rating, Audience Share dan Fokus Kajian Siaran Televisi

Rating acara adalah persentase penonton program TV tertentu terhadap populasi pada saat tertentu. Rating tidak mengukur kualitas, melainkan kuantitas keluar-masuk penonton dengan unit waktu tertentu. Unit waktu terkecil adalah 1 menit.

Porsi khalayak (audience share) adalah persentase penonton program TV tertentu terhadap keseluruhan penonton pada saat tertentu.

Contoh:

Jika populasi televisi 10.000, dan pada satu menit penayangan sebuah acara RCTI disaksikan 2000 orang, sedangkan pada saat yang sama acara yang dipancarkan SCTV dan Indosiar ditonton oleh 1000 orang, maka rating masing-masing 20 peratus (RCTI), 10 peratus (SCTV), dan 10 peratus (Indosiar).

Jika jumlah orang yang menyalakan televisi saat itu adalah 4000, porsi khalayaknya adalah 50 peratus (RCTI), 25 peratus (SCTV), dan 25 peratus (Indosiar).

Metode rating muncul di Amerika Serikat seiring perkembangan teknologi televisi, AC Nielsen menerapkan metode rating siaran televisi untuk kali pertama. Perusahaan riset ini menggunakan dua teknik yang masih dilakukan sampai sekarang. Pertama, menempatkan sebuah alat pengukur pada pesawat televisi di rumah-rumah pemirsa tertentu yang dijadikan sampel untuk merekam pilihan program mereka. Kedua, meminta responden membuat catatan tentang acara apa yang mereka tonton setiap hari.

Hasil rating itu menentukan harga jual slot waktu bagi pemasangan iklan pada program-program televisi.

Elihu Katz pada tahun 1959, lewat teori ilmu komunikasinya menawarkan fokus kajian dari sumber ke penerima. Atau dengan kata lain, mengganti pertanyaan penelitian “what do media do to people?” menjadi “what do people do with the media?”.

Pangsa pasar bisnis penyiaran nasional 2013 ?

Di tengah bisnis penyiaran nasional, pangsa pasar dari sepuluh televisi nasional free to air yaitu:

  • PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN), grup media penyiaran milik Hary Tanoesoedibjo, yang membawahi RCTI, MNC TV, dan Global TV menguasai pangsa pasar 40%,
  • CT Corp yang dimiliki Chairul Tanjung, yang memiliki Trans 7 dan Trans TV, menguasai pangsa pasar 24%.
  • PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) milik keluarga Sariaatmadja, membahwai SCTV dan Indosiar, menguasai pangsa pasar 23%.
  • PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) milik Grup Bakrie, yang mengoperasikan TVOne dan Anteve menguasai pangsa pasar 10%.
  • Lainnya 3%.

Terget 2014 Grup MNCN ?

PT Media Nusantara Citra Tbk. yang didirikan pada 17 Juni 1997 ini merupakan perusahaan publik yang sahamnya telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 22 Juni 2007 dengan kode saham MNCN.

Pada Sept 2013, pendapatan PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) tercatat mencapai Rp 4,47 trilun atau 92% dari total pendapatan usaha MNCN sebesar 4,75 triliun.

EBITDA MNCN seluruhnya berasal dari stasiun televisi, dimana:

  • RCTI menyumbang 66% ebitda,
  • MNC TV 25%, dan
  • Global TV 9%.

(Kata Direktur Media Nusantara Citra, Jarod Suwahyo pada Selasa 18/2/2014 / Bisnis Indonesia).

Catatan:

EBITDA adalah metode yang relatif baru untuk menghitung kesehatan keuangan perusahaan. EBITDA – yang merupakan singkatan dari “earnings before interest, taxes, depreciation and amortization” atau “laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi” – dirancang untuk menunjukkan profitabilitas bisnis ‘operasi inti.

Pada saat ini, pangsa pasar (market share) yang dikuasai masing-masing TV grup MNCN adalah:

  • RCTI menguasai 21,5%,
  • MNC TV 12,2% (peringkat keempat),
  • Global TV 6,4% (peringkat kedelapan).

MNCN menargetkan di tahun 2014:

  • significant market share dan prime time, tetap bertahan di pangsa pasar 40% seperti pencapaian tahun 2013.
  • pendapatan iklan, mencapai Rp 5,9 triliun hingga Rp 6,1 triliun (atau pertumbuhan pendapatan iklan sebesar 18% hingga 22% dibandingkan tahun 2013).

References / read more:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s