Target, Tantangan dan Langkah Strategis Peningkatan Cadangan dan Produksi Minyak Bumi Indonesia tahun 2014

Bagaimanakah kinerja produksi atau lifting minyak dan gas bumi Nasional tahun 2013? Apa berbagai berbagai kendala (tantangan) yang terjadi selama 2013? Berapa target produksi migas Nasional 2014? Siapa Top Five Produsen Minyak Bumi di Indonesia per Feb-2014? Apa sajakah langkah strategis (termasuk proyek pengembangan & eksplorasi) untuk mencapai target produksi migas 2014 yang dilakukan SKK Migas, Pertamina EP, PHE-ONWJ dan PHE-WMO ?

Kinerja produksi atau lifting minyak dan gas bumi nasional tahun 2013:

  • Dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013 sebesar 840.000 barel per hari (BOPD), realisasi produksi minyak hingga per 31 Desember 2013 terpenuhi 825.000 BOPD atau 98,3 persen dari target.
  • Pencapaian lifting gas bumi terealisasi 1.218.000 BOEPD atau sekitar 98,4 persen dari target yang ditetapkan sebesar 1.240.000 BOEPD.

Hampir 19.000 BOPD potensi produksi minyak yang hilang akibat berbagai kendala yang terjadi selama 2013, antara lain:

  • kendala teknis di lapangan (opportunity lost 1.000 BOPD),
  • penundaan dalam kegiatan lifting dengan total 47 kejadian terutama masalah dengan kapal (1.400 BOPD),
  • keterlambatan pengadaan fasilitas dan peralatan produksi (2.500 BOPD),
  • kendala perizinan di lapangan (800 BOPD),
  • gangguan pencurian dan keamanan serta ‘illegal tapping’ yang mencapai sekitar 2.100 kejadian di tahun 2013 dengan opportunity lost 1.100 BOPD,
  • kendala “subsurface” akibat terjadinya penurunan alamiah di lapangan eksisting yang rata-rata mencapai 4,1 persen dan 16-00 kejadian yang menyebabkan “unplanned shutdown”,
  • terdapat empat proyek di hulu migas yang mengalami kemunduran jadwal “onstream” yakni Blok Karang, Lapangan Gundih, Tarakan Offshore, dan Lapangan NDD-13.

(Kata Pelaksana Tugas Kepala SKK Migas Johanes Widjonarko saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin 17/2/14, seperti dilansir dari laman Republika.co.id).

Target dan Langkah Strategis SKK Migas Mencapai Target Produksi Migas 2014

Dalam APBN 2014, pemerintah menargetkan produksi minyak bisa mencapai 870.000 BOPD dan gas bumi 7.175 juta British thermal unit per hari (bBtud).

Jumlah itu setara 2.110.000 barel ekuivalen minyak per hari dan target penerimaan negara dari penjualan migas sebanyak 30,6 miliar dolar AS.

Untuk mencapai target produksi 2014, SKK Migas menyiapkan beberapa langkah strategis,

  • Pertama mengatasi berbagai gangguan operasi dengan mengurangi kegagalan operasi produksi dan pengeboran agar mendapat tambahan produksi, serta fasilitasi penyelesaian masalah proyek.
  • Kedua, mengurangi penghentian produksi yang tidak direncanakan (unplanned shutdown) melalui evaluasi detail atas rencana pemeliharaan fasilitas produksi dan meningkatkan pengawasan fasilitas produksi.
  • Ketiga, mengatasi “decline rate” yang tajam dengan memastikan jadwal pengeboran sumur pengembangan tepat waktu dan optimalisasi proses pengembangan.
  • Keempat, mengatasi kendala pembebasan lahan dan perizinan.
  • Kelima, SKK Migas berupaya mengatasi kendala pengadaan dengan pemutakhiran proses bisnis dalam proses pengadaan dan meningkatkan akuntabilitas dan tata kelola yang baik.

Data Produksi Minyak Bumi di Indonesia – Februari 2014:

Produksi Minyak dan Kondensat Nasional (ribu barel per hari) – Status per 12 Februari 2014:

  • Chevron Pacific Indonesia: 308,52
  • Pertamina: 113,15
  • Total E&P Indonesie: 66,05
  • PHE-ONWJ: 36,85
  • CNOOC SES Ltd.: 34,38
  • Lainnya: 231,34

(Sumber: SKK Migas / Bisnis Indonesia)

Posisi cadangan minyak dan gas Indonesia ?

Diperkirakan posisi cadangan minyak dan gas Indonesia:

  • masih cukup besar, tetapi lokasinya sudah semakin sulit untuk dieksplorasi karena sebagian besar berada di laut dalam.
  • sekitar 3,7 miliar barel, dengan cadangan potensial (harus dibuktikan dengan eksplorasi) mencapai 43,7 miliar barel.

Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi cadangan migas cukup besar, seperti

  • Blok Cepu (Bojonegoro),
  • Blok Sukowati (Tuban), dan
  • Blok WMO (Madura).

(Seperti dikatakan Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir – Antara / republika.co.id, Maret/2014)

Aktivitas Pertamina EP untuk Meningkatkan Produksi Migas 2014

Dari data SKK Migas seperti dilansir Bisnis Indonesia, diketahui bahwa target produksi minyak Pertamina EP yang ditetapkan APBN 2014  mencapai 128.889 barel per hari, dan target dalam program kerja dan anggaran (work program and budget/WP&B) 125.000 barel per hari.

Sementara itu, target produksi gas yang ditetapkan APBN 2014 mencapai 818,45 MMSCFD , dan target WP&B ditetapkan 844,73 MMSCFD.

Saat ini produksi minyak bumi Pertamina EP masih 119.000 barel per hari.

Saat ini rata-rata penurunan produksi alamiah di seluruh lapangan migas Pertamina EP mencapai 20% per tahun.

Pertamina EP anak perusahaan PT PERTAMINA (Persero) pada tahun 2014 ini akan terus meningkatkan produksi minyak yang ditargetkan 128.889 barel per hari:

  • Mengoptimalkan lifting dan fasilitas produksinya, seperti penggantian pompa yang dianggap tidak lagi efisien.
  • Pengeboran 87 sumur pengembangan dengan investasi sebesar US$400 Juta.
  • Pengeboran akan lebih banyak dilakukan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) karena mengingat potensinya masih ada.
  • Akan mengebor 14 sumur eksplorasi dengan investasi mencapai US$15 Juta setiap sumurnya
  • Sementara itu, kegiatan proses prngurasan minyak tahap lanjut atau enhanced oil recovery (EOR) dilakukan perusahaan ditargetkan mencapai 25.000 barel per hari. Targetnya, sepanjang 2014 perusahaan dapat memproduksi 3.300 barel minyak per hari dari EOR itu.

PHE-ONWJ

PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) unit kerja PT Pertamina (Persero) yang menjadi operator di blok ONWJ berhasil membukukan produksi minyak dan penjualan gas pada tahun 2013 sebesar 38.300 barel minyak per hari (BOPD) dan 181 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

PHE-ONWJ berhasil melampaui target yang ditetapkan SKK Migas pada revisi Work Program & Budget (WP&B) tahun 2013 sebesar 38.000 BOPD dan 175 MMSCFD.

Peningkatan produksi ini merupakan hasil positif yang didapat melalui berbagai aktivitas eksplorasi dan pengembangan yang dilakukan PHE ONWJ.

Tahun 2014 ini, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan lifting minyak dan gas bumi nasional, PHE ONWJ terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi a.l.:

  • optimasi produksi,
  • pemboran sumur eksplorasi,
  • perawatan fasilitas dan
  • pengembangan lapangan baru

Tahun 2013 yang lalu, PHE ONWJ telah berhasil menyelesaikan proyek LIMA Subsidence Remediation yaitu proyek pengangkatan anjungan di lapangan LIMA yang mengalami penurunan dasar laut akibat kompaksi batuan di dalam tanah.

Selain pemeliharan fasilitas, PHE ONWJ melakukan beberapa pengembangan untuk meningkatkan produksi di tahun-tahun mendatang dan menambah cadangan migas, seperti :

  • Pengembangan lapangan UL. Februari 2014, lapangan UL siap untuk beroperasi dan diharapkan mampu menambah produksi minyak sebesar 2.200 BOPD dan 9,5 MMSCFD.
  • Pengembangan lapangan GG telah melakukan groundbreaking pembangunan fasilitas pemrosesan gas di Balongan, Indramayu yang akan digunakan untuk memproses dan mengalirkan gas dari lapangan GG ke konsumen serta telah memulai tahap fabrikasi pembuatan anjungan GGA.
  • Aktivitas pemboran sumur eksplorasi MTX-1 dan YYS telah selesai dilakukan dan dilanjutkan dengan pemboran sumur eksplorasi DA-1 yang masih berlangsung.
  • Tahun 2014 ini, PHE ONWJ juga merencanakan untuk melakukan kegiatan Seismic 3D di perairan Karawang, Indramayu dan Cirebon.

Pertamina Hulu Energi (PHE)-WMO

PHE-WMO mengakuisisi Blok WMO dari Kodeco Ltd. pada Mei 2011.

  • produksi rata-rata pada tahun 2012 sekitar 11.471 BOPD
  • produksi puncak tahun 2013 Blok WMO pernah mencapai sekitar 26.226 BOPD pada awal Agustus 2013,
  • produksi tahun 2013 secara rata-rata mencapai 18.070 BOPD dan gas bumi 114,5 MMSCFD.

Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) pada tahun 2013 mampu memproduksikan minyak dan gas sebesar 18.086 barel minyak per hari (BOPD) dan 114,5 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Pertamina Hulu Energi sebagai salah satu kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang mengelola blok West Madura Offshore (WMO) mendapat target 2014 dari SKK Migas menaikkan produksi minyak dari rata-rata 18.070 BOPD pada 2013, menjadi 23.076 BOPD untuk tahun ini dan gas bumi 112 MMSCFD.

PHE-WMO menyiapkan beberapa program dan strategi:

  • mengoptimalkan eksplorasi sumur migas eksisting hingga mencapai produksi maksimal,
  • penerapan teknologi EOR/IOR,
  • terus berupaya melakukan pengembangan lapangan migas secara terintegrasi

Dalam rencana pengembangan (POD), anak perusahaan PT Pertamina (Persero) itu telah mendapatkan persetujuan dari SKK Migas untuk membangun enam anjungan sumur baru pada lapangan migas terintegrasi di Blok WMO, yakni PHE-6/12, 7, 24, 29, 44, dan 48, yang diharapkan pada 2015 sudah bisa beroperasi.

References / read more:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s