Prospect of Electrical Industry in Indonesia

“Indonesia maintains electrification ratio rise 2.5% per year”

Electrification ratio indicates the level of the ratio of the population have electricity with a total population of a region or country.

For example, when the data from the International Energy Agency declared Indonesia’s electrification ratio is only about 60%, meaning that 40% of Indonesia’s population have electricity yet.

2011

Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI)  is a service facility under the Ministry of Energy and Mineral Resources of Indonesia, which aims to promote and enhance energy conservation and energy efficiency in Indonesia.

In accordance to report by EECCHI, Indonesia is the biggest archipelago country with energy condition in 2011 as below:

1.The average of growth rate of energy consumption is 7% per year ;
2.High dependence on fossil energy while it reserves are more limited;
3.Utilization of renewable energy is still low and implementation of Energy Conservation is not optimal;
4.Public access to energy (modern) is still limited:

  • a.Electrification ratio of year 2011 is 72.95 % (27.05 % of households not yet electrified);
  • b.Less of development of energy infrastructure particularly in rural / remote areas and outer islands .

5.Linkage to environmental issues:

  • a.Mitigation of climate change;
  • b.National commitment to reducing emissions 26% by 2020;

The Indonesia electrification ratio was recorded in 6th rank position of the ASEAN electrification ratio. The first position in the ASEAN electrification was Singapore with ratio 100%, then followed by Malaysia 99% and Vietnam 89%.

In 2011 , that the 44.3 million new customers already electrified in Indonesia.

2012

In 2012, electrification ratio of Indonesia was recorded 78% . The Singapore electrification ratio was 100% while Malaysia and the Philippines 99.4% and 89.7%. Vietnamese electrification ratio was 97.6%.

2013

According to ESDM data , Indonesia’s electrification ratio in 2013 has risen to 80.5%.

2014

The Government of Indonesia through the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM), will hold up the electrification ratio of 2.5% per year.

To achieve this target, the Government focused on the development of electricity infrastructure.

By infrastructure development, there are 9.4 million new customers who will be provided by electricity in 2014.

Electrification of the entire Indonesian expected to reach 85% by 2015.

Indonesia’s electrification rate of 80.5% to be increased to 85%, a wide space for the electrical industry to flourish in Indonesia.

—-

“Indonesia mempertahankan kenaikan rasio elektrifikasi 2,5% setiap tahun”

Rasio elektrifikasi menandakan tingkat perbandingan jumlah penduduk yang menikmati listrik dengan jumlah total penduduk di suatu wilayah atau negara.

Misalnya, bila data dari International Energy Agency menyatakan rasio elektrifikasi Indonesia hanya sekitar 60%, artinya 40% penduduk Indonesia belum menikmati listrik.

2011

Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI) adalah fasilitas layanan di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, yang bertujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan konservasi energi dan efisiensi energi di Indonesia.

Sesuai laporan EECCHI, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dengan kondisi energi pada tahun 2011 sebagai berikut:

1.The rata-rata tingkat pertumbuhan konsumsi energi adalah 7% per tahun;
2. Ketergantungan yang tinggi terhadap energi fosil sementara itu cadangan terbatas;
3. Pemanfaatan energi terbarukan masih rendah dan implementasi Konservasi Energi belum optimal; \
4. Akses publik terhadap energi (modern) masih terbatas:
◦ a. Rasio elektrifikasi tahun 2011 adalah 72,95% (27,05% rumah tangga belum berlistrik);
◦ b. Kurang pengembangan infrastruktur energi terutama di pedesaan / daerah terpencil dan pulau-pulau terluar.
5. Keterkaitan dengan isu lingkungan:
◦ a. Mitigasi perubahan iklim;
◦ b. Komitmen nasional untuk mengurangi emisi 26% pada tahun 2020;

Tingkat elektrifikasi Indonesia menduduki peringkat ke-6 se-ASEAN. Tahun 2011,  jumlah pelanggan baru 44,3 juta. Posisi pertama elektrifikasi tingkat ASEAN di pegang Singapura tercatat  100 %, Malaysia 99 % dan Vietnam 89 %.

2012

Rasio elektrifikasi tahun 2012 dicatat mencapai 78%. Tahun 2012, rasio elektrifikasi Singapura mencapai 100 persen sementara Malaysia 99,4 persen serta Filipina 89,7 persen. Rasio elektrifikasi Vietnam mencapai 97,6 persen.

2013

Pada 2013 tingkat elektrifikasi Indonesia telah meningkat menjadi 80,5%.

2014

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), akan mempertahankan kenaikan rasio elektrifikasi 2,5% setiap tahun.

Untuk mencapai target itu, Pemerintah memfokuskan pada pembangunan infrastruktur kelistrikan.

Dari pembangunan infrastruktur tersebut , terdapat 9,4 juta pelanggan baru yang akan teraliri listrik pada tahun 2014 ini.

Diharapkan elektrifikasi seluruh Indonesia akan mencapai 85% pada 2015.

Tingkat elektrifikasi di Indonesia dari 80,5% untuk ditingkatkan menjadi 85%, merupakan ruang yang luas bagi industri kelistrikan untuk berkembang di wilayah Indonesia.

References :

Advertisements

2 responses to “Prospect of Electrical Industry in Indonesia

  1. Pingback: Perekonomian Cina Akan Lemah gara-gara UU Minerba Indonesia? | Ekonomi Modern·

  2. Pingback: BBM di Indonesia, Haruskah Naik Harga? | kuliah parel·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s