Bijak Memilih Program Studi (Prodi)

Sejak 20 tahun lalu, jurusan favorit pelajar Indonesia hampir tak berubah, demikian dikutip menurut Ina Liem, infopreuner sekaligus penulis buku “Kreatif memilih Jurusan (Kompas 20/1/2014).

Dari survei yang dilakukan ke lebih 5000 siswa SMA di belasan kota tahun 2013, pilihan favorit adalah:

  • jurusan bisnis dan manajemen,
  • kedokteran,
  • akutansi,
  • teknologi informasi, dan
  • perhotelan.

Berdasarkan survei mata pelajaran yang diminati, siswa terbanyak memilih:

  • matematika,
  • seni,
  • olah raga,
  • biologi dan
  • bahasa

Namun dalam pemilihan jurusan program studi (prodi) di perguruan tinggi (PT) bidang yang dipilih tidak segaris (nyambung), kecuali kedokteran.

Bisa terjadi sempitnya pilihan prodi karena :

  • kurang informasi, atau
  • salah persepsi.

Contoh , a.l. :

  • Jurusan Matematika sering dipahami hanya cocok untuk yang mau jadi guru, padahal dunia industri banyak membutuhkan lulusan matematika, mulai bidang keuangan, industri yang mebutuhkan riset pasar, atau pabrik bagian produksi, perencanaan , inventaris dan kontrol (PPIC, Planner, Project Control).
  • Jurusan bisnis dan manajemen, sering diartikan cocok untuk menjadi pebisnis, padahal kuliah di prodi apapun tetap berpeluang menjadi pebisnis.
  • bahkan prodi seni rupa dan olahraga berpotensi melahirkan pebisnis yang sukses di bidang tertentu misalnya industri kreatif periklanan.
  • penjurusan siswa di SMA menjadi bidang IPA dan IPS, sering disalahartikan pada tingkat kepintaran , dimana tujuan dan sebaiknya memilih adalah karena cocok dengan bidangnya.

Tantangan :

  • Sebaiknya kita mulai terbuka bukan memilih jurusan tertentu yang populer saja di dalam negeri, demi menghindari terjadi kelebihan (ledakan) jumlah sarjana di bidang yang sama , agar di bidang tertentu yang dibutuhkan di dunia kerja tidak menjadi langka tenaga kerja.
  • Ketika memilih studi di luar negeri pun, sebaiknya hindari cenderung memilih jurusan populer saja, karena di luar negeri ada lebih dari 1200 macam jurusan!
  • posisi-posisi unik di dunia kerja dan industri seharusnya dilaksanakan oleh tenaga kerja kompeten, demi persiapan dan kemajuan dalam negeri menjelang dilaksanakannya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

Sebaiknya siswa SMA sejak awal :

  • diajak mengenali minat, bakat, kepribadian, kecerdasan dan potensi dirinya , misalnya melalui test psikologi
  • diajak memahami cita-cita (keinginannya) di masa depan misalnya melalui konseling
  • siswa aktif berinteraksi dengan para alumni dari berbagai profesi yang diundang berbagi pengalaman
  • siswa magang sehingga lulus sekolah sudah punya wawasan dan ketrampilan kerja.

Semoga siswa dibimbing guru dan orang tuanya, lebih bijak dan membuka diri saat memilih program studi untuk masa gemilang mereka. Besar harapan agar negara tetap memiliki tenaga kerja yang ahli di berbagai bidang di tengah situasi persaingan tenaga kerja yang semakin terbuka.

Ditambahkan pada 27-jan-2014:

Peranan Orang Tua :

Selain menyiapkan dana pendidikan, Ortu sebaiknya aktif berdiskusi dan membimbing anak dalam menentukan prodi pilihan. Ortu membantu mengumpulkan informasi dan menjadi teman diskusi anak. Ortu tentu saja mengharapkan dan mengusahakan yang terbaik untuk anaknya, namun demikian saat menentukan keputusan prodi yang dipilih sebaiknya diputuskan oleh anak sendiri. Selanjutnya ortu mendukung anak lebih lanjut. Ortu dapat juga menjadi “manajer event” saat memilih dan ujian saringan masuk, yakni membantu mengatur jadwal anak akan melakukan pendaftaran dimana? kapan ujian? dst.

Kiat Memilih Perguruan Tinggi yang Tepat:

Ada 446 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.
Perguruan Tinggi meliputi : akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas.
Ketahuilah prospek prodi yang akan Anda pilih.
Berikut ini disampaikan kiat memilih PT yang tepat untuk Anda.

  1. Buatlah daftar (di kertas) berisi urutan PT terbaik menurut Anda. (Info bisa Anda dapatkan di www.4icu.org/id/ )
  2. Cari tahu informasi akreditasi dan perhatikanlah akreditasi program studi yang akan dipilih.
  3. Pastikan prodi sesuai minat Anda. Misalnya anda menyukai dunia jurnalistik, pilihlah jurusan komunikasi jurnalistik.
  4. Kunjungilah PT yang Anda pilih, bertanyalah kepada mahasiswa di kampus tersebut dan merasakan bagaimana suasana kuliah di sana.
  5. Pelajari biaya pendidikan dan pilihlah PT yang biaya pendidikannya sesuai dengan anggaran Anda.
  6. Pilihlah PT yang sudah terbukti menghasilkan alumni yang siap bekerja.
  7. Perhatikan program beasiswa yang diberikan karena dapat meringankan biaya pendidikan dan memotivasi belajar dan berprestasi.

Semoga bermanfaat! Salam SUKSES!

Sumber inspirasi / read more :

  • Pemilihan Jurusan di PT Tidak Berkembang – Buka diri pada bidang lain, bukan sebatas ikuti tren , Kompas, 20-jan-2014 , hal. 12.
  • Perhatikan Akreditasinya, Media Indonesia, hal. 12, 27-jan-2014.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s