SNI dan SKKNI Wajib di Sektor Migas

Berikut ini penulis membawakan informasi terkini buat semua pihak berkepentingan Bidang Kegiatan Usaha Minyak dan Gas di Negara Indonesia, yakni mengenai SNI dan SKKNI yang telah diberlakukan secara wajib di Sektor Migas.

Istilah dan Definisi :

Standar Nasional Indonesia (disingkat SNI) – standar yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional dan berlaku secara nasional. (PSN 06:2007 definisi 2.2)

Pengembangan SNI dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut:

  • Tahap 1 Pemrograman SNI
  • Tahap 2 Perumusan Rancangan SNI (RSNI)
  • Tahap 3 Jajak Pendapat RSNI3
  • Tahap 4 Persetujuan RSNI4
  • Tahap 5 Penetapan SNI
  • Tahap 6 Pemeliharaan SNI

Rancangan Standar Nasional Indonesia ( RSNI ) – adalah rumusan SNI yang disusun oleh Panitia Teknis atau subpanitia teknis secara konsensus (PSN 06:2007 definisi 2.3)

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang selanjutnya disingkat SKKNI – adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (PERMEN NakerTrans No.21/MEN/X/2007 Bab I Pasal 1 Ayat 3)

 

SNI Wajib Migas

RSNI di bidang migas yang telah dikonsesuskan pada 2013 adalah sebanyak 17 RSNI dari 2 panitia teknis yaitu:

  • Panitia Teknis 75-01 tentang Material, peralatan, instalasi dan instrumentasi minyak dan gas bumi. serta
  • Panitia Teknis 75-02 tentang Produk minyak bumi, gas bumi dan pelumas.

Sebanyak 142 SNI telah dirumuskan Ditjen Migas Kementerian ESDM, dan dua diantaranya telah diberlakukan wajib berdasarkan Permen ESDM No. 15/2008.

Bila kita baca Permen ESDM No. 15/2008 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Mengenai Sistem Transportasi Cairan untuk Hidrokarbon dan Standar Nasional Indonesia Mengenai Sistem Perpipaan Transmisi dan Distribusi Gas sebagai Standar Wajib , di Pasal 1 tertulis memberlakukan SNI yang terdiri:

  • SNI-13-3473-2002 mengenai  Sistem Transportasi Cairan Untuk Hidrokarbon, dan
  • SNI-13-3474-2002  mengenai  Sistem Perpipaan Transmisi dan Distribusi Gas

Terkait Permen ESDM No. 15/2008 di atas, bila kita memeriksa ke portal website BSN di URL : http://sisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/cari_simple ,

maka yang akan kita temukan masih berlaku adalah SNI berikut :

 

Mengapa perlu mempersiapkan dan menjaga kompetensi? (Manfaat Penerapan SKKNI)

Mempersiapkan dan terus menerus menjaga kompetensi bagi kita pekerja industri migas maupun industri lainnya, merupakan hal yang sangat diperlukan untuk

  • mampu melaksanakan tugas secara profesional ,
  • mampu menyelesaikan tugas dan mencapai tujuan/sasaran proyek yakni selamat ( tidak ada kecelakaan kerja ), tepat mutu, tidak mencemari lingkungan, penyerahan tepat waktu dan sesuai budget (mampu memberi profit).
  • mampu bersaing memenangkan dan memperebutkan kesempatan kerja yang terbuka di berbagai bidang pekerjaan dan profesi.

Salah satu aspek yang sangat penting untuk kita cermati antara lain memahami Standar Kompetensi Kerja yang akan digunakan sebagai acuan dalam pembinaan dan penyiapan SDM yang berkualitas dan kompeten dan diakui oleh seluruh pemangku kepentingan (stake holder) dan berlaku secara nasional di wilayah negara kesatuan Republik Indonesia .

Perlu diketahui bahwa, berdasarkan Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan ditegaskan bahwa program pelatihan kerja harus mengacu kepada standar kompetensi kerja. Selanjutnya Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional ditegaskan kembali bahwa program pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja harus mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, Standar Kompetensi Kerja Internasional maupun Standar Kompetensi Khusus .

 

SKKNI Wajib Migas

Pemerintah telah merumuskan 29 SKKNI, termasuk 10 SKKNI yang telah diberlakukan wajib berdasarkan Permen ESDM No. 20/2008 Tentang Pemberlakuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di Bidang Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Secara Wajib.

10 SKKNI di bidang migas yang diberlakukan wajib ini terdiri dari 10 standar yaitu:

  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP 241/MEN/V/2007 – SKKNI sektor industri migas serta panas bumi sub sektor industri migas hulu bidang pengeboran sub bidang pengeboran darat,
  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP 242/MEN/V/2007 – SKKNI sektor industri migas serta panas bumi sub sektor industri migas hulu hilir (supporting) bidang laboratorium pengujian,
  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP 243/MEN/V/2007 – SKKNI sektor industri migas serta panas bumi sub sektor industri migas hulu bidang produksi sub bidang perawatan sumur,
  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP 244/MEN/V/2007 – SKKNI sektor industri migas serta panas bumi sub sektor industri migas hulu hilir (supporting) bidang sistem manajemen lingkungan,
  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP 245/MEN/V/2007 – SKKNI sektor industri migas serta panas bumi sub sektor industri migas hulu hilir (supporting) bidang operasi pesawat angkat, angkut dan ikat beban,
  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP 246/MEN/V/2007 – SKKNI sektor industri migas serta panas bumi sub sektor industri migas hulu hilir (supporting) bidang aviasi,
  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP 248/MEN/V/2007 – SKKNI sektor industri migas serta panas bumi sub sektor industri migas hulu hilir (supporting) bidang keselamatan dan kesehatan kerja,
  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP 250/MEN/V/2007 -SKKNI sektor industri migas serta panas bumi sub sektor industri migas hulu bidang produksi sub bidang operasi produksi,
  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP 251/MEN/V/2007 – SKKNI sektor industri migas serta panas bumi sub sektor industri migas hulu bidang eksplorasi sub bidang penyelidikan seismik,
  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP 254/MEN/V/2007 – SKKNI sektor industri migas serta panas bumi sub sektor industri migas hulu hilir (supporting) bidang boiler sub bidang operasi boiler.

SKKNI yang telah diberlakukan wajib ini merupakan acuan bagi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan profesi, uji kompetensi dan sertifikasi profesi di bidang kegiatan usaha migas.

References / Read more :

Advertisements

2 responses to “SNI dan SKKNI Wajib di Sektor Migas

  1. Pingback: Sertifikasi Kompetensi Profesi (Migas) di Indonesia | Mande Blog·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s