Belajar Sampai Ke Luar Negeri

Ada tantangan untuk perbaikan berkelanjutan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja atau sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, terlebih-lebih menjelang AEC 2015. Saat ini jumlah pencari kerja lebih banyak dari peluang kerja yang ada. Kesenjangan atau gap antara keterampilan pencari kerja dan kompetensi  yang dibutuhkan pasar masih signifikan.

Perbaikan berkelanjutan ini dibutuhkan guna meningkatkan daya saing dan tentunya akan memberikan penghasilan yang lebih tinggi. Salah satu faktor utama yang perlu ditingkatkan adalah tingkat pendidikan. Gap kompetensi bisa dikurangi dengan “link , cooperation and match” antara pemerintah, dunia usaha , dunia pendidikan dan kesadaran pencari kerja untuk menjaga level kompetensinya.

Peta Industri di Indonesia

Industri merupakan salah satu sektor ekonomi yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Mendorong situasi kondisi yang baik, pembangunan infrastuktur yang memadai, dan ditunjang kebijakan daerah dan nasional semoga akan mendorong pertumbuhan industri yang pesat. Pertumbuhan industri akan memperluas lapangan kerja. Saat ini, peta industri di Indonesia sebagai berikut:

  • 70 % berada di pulau Jawa
  • 20 % di pulau Sumatera
  • 10 % di wilayah lainnya

Data Statistik Tingkat Pendidikan dari Tenaga Kerja per Agustus 2012

Berdasarkan data Kemenakertrans per Agustus 2012, dari 118,05 juta tenaga kerja yang terdaftar,

  • 82,10 juta merupakan lulusan sekolah dasar,
  • 38,57 juta lulusan sekolah menengah pertama,
  • 27,65 juta lulusan sekolah menengah atas,
  • 13,54 lulusan sekolah menengah kejuruan,
  • 3,87 juta lulusan diploma, dan
  • 8,17 juta sarjana

Minat Belajar adalah Kunci Cerdas, Membaca Buku adalah Kunci Kaya

Bung Karno (6 Juni 1901-21 Juni 1970) adalah presiden pertama Indonesia , salah satu hal baiknya patut diteladani adalah minat belajarnya yang besar.

Herman Kartowisastro (1978), salah seorang kawan Bung Karno di masa kecil dan juga kawan saat bersekolah di Hogere Burger School (HBS) Surabaya, pernah mengenang,

“Ia (Bung Karno) seorang yang pandai dalam segala bidang, seorang all-round, seorang jenius. Semua mata pelajaran, baik bahasa, sejarah maupun ilmu pasti atau ilmu lainnya dikuasainya, diganyangnya mentah-mentah. Pun dalam bidang melukis dan menggambar, ia menunjukkan bakatnya.”

Kecerdasan Bung Karno memang diakui berbagai kalangan. Minat belajar Bung Karno yang besar ini tentu layak diteladani. Siapa pun berhak dan berpeluang untuk menjadi cerdas dan belajar adalah kuncinya.

Bung Karno menyadari bahwa ilmu pengetahuan itu penting. Kedahagaan intelektualnya tak pernah surut. Tak cuma mengandalkan apa yang diajarkan di bangku pendidikan formal, Bung Karno juga giat membaca buku untuk memperkaya ilmu, wawawan, dan pengetahuannya.

Minat Belajar di dalam Negeri ?

Ada tindakan nyata yang mendukung minat belajar di dalam negeri, beberapa contoh diantaranya, sbb:

  • Bank Indonesia (BI) pada Dec-2013 telah menandatangai nota kesepahaman (MoU) pendidikan dengan 13 perguruan tinggi di Indonesia yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. MoU ini merupakan bagian dari Corporate Social responsibility (CSR) BI. Kerja sama itu dalam pemberian beasiswa, penelitian dan magang. BI memiliki Pusat Riset dan Edukasi Bank Sentral yang dapat menjadi tempat belajar bagi mahasiswa yang ingin memperdalam masalah perbankan.

Minat Belajar ke Luar Negeri?

Melanjutkan pendidikan ke luar negeri adalah pilihan yang menarik.

Di negara Indonesia sudah muncul beberapa sekolah yang mengadakan program kerja sama dengan luar negeri guna mengirimkan para pelajar dan mahasiswanya untuk pengalaman studi di luar negeri.

Misalnya,

  • SMA Taruna Krida Nusantara di Bandung sudah mengirimkan siswa-siswinya studi diantaranya ke negara Australia dan Eropa.
  • SMA Pesantren Terpadu Hayatan Thayyibah yang mengirimkan siswa belajar ke Jerman, tidak terlepas dari peran Hayatan German Center (HGC) sebuah program dirancang bekerja sama dengan Aulia on Media (AoM) dari Ikatan Alumni Hayatan Thayyibah Jerman.

Wirausaha

Pendidikan tinggi tidak menjamin orang sukses, karena sukses hak setiap orang yang mau berusaha dengan tekun. Pengangguran di Indonesia tidak hanya menimpa mereka yang berijazah SD, SMP, SMA, tapi juga lulusan perguruan tinggi yang sering disebut pengangguran terdidik.

Berikut ini bagaimana usaha dilakukan guna menekan pengangguran secara umum juga pengangguran terdidik khususnya,

  • Sejak tahun   2009   Pemerintah   Indonesia melalui   Direktorat   Jenderal   Pendidikan   Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah meluncurkan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) untuk dilaksanakan dan dikembangkan oleh perguruan tinggi. Program tersebut dilaksanakan di seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan di beberapa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) hasil diseleksi Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) dengan alokasi dana yang berbeda-beda. PMW bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap atau jiwa wirausaha (entrepreneurship) berbasis Ipteks kepada para mahasiswa  agar  dapat  mengubah  pola  pikir  (mindset)  dari  pencari  kerja  (job seeker)   menjadi   pencipta   lapangan   pekerjaan   (job   creator)   serta   menjadi pengusaha yang tangguh dan sukses menghadapi persaingan global.
  • Bank-bank nasional seperti Bank Mandiri aktif melaksanakan program pembinaan wirausaha muda dan juga sebagai bagian dari wujud kepedulian Bank Mandiri terhadap pengembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang menjadi salah satu pilar perekonomian Indonesia.
  • Universitas Media Nusantara  merancang kurikulum diharapkan mampu membekali para lulusannya agar siap memasuki dunia kerja maupun menjadi wirausaha. UMN juga menjalin kerja sama dengan berbagai universitas di luar negeri yang diwujudkan dalam bentuk pertukaran pelajar, beasiswa riset, seminar, serta konferensi internasional.

Salut pada Minat Belajar ke Luar Negeri di India:

“ Akar pendidikan itu akan terasa pahit, namun buahnya akan terasa manis”. (Aristotle)

Salah seorang atasan sekaligus Guru saya dari India, seorang yang ahli dalam bidang konstruksi untuk proyek minyak dan gas pernah bercerita kepada saya tentang minat belajar di negara India. Begini singkat ceritanya. Sejak duduk di bangku sekolah menengah atas, para siswa sudah sadar dan rajin menyiapkan kemampuan berbahasa asing (TOEFL) dan syarat menempuh pendidikan di luar negeri lainnya. Pendidikan akan mampu mengubah taraf hidup masyarakat menjadi lebih makmur dan sejahtera. Negara yang menjadi tujuan favorit adalah Amerika.   Dan pemerintah di negara India sangat mendukung agar warga negaranya bisa berangkat ke luar negeri dengan menyediakan pinjaman bank yang bisa dibayar setelah mulai bekerja. Misalnya berbagai bank di India yang menyediakan pinjaman pendidikan yang nyaman untuk siswa berprestasi / layak untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan di bidang minat mereka di dalam dan luar negeri. Banyak kisah sukses mereka.

Serba-Serbi Beasiswa di Luar Negeri: Syarat-syarat Melamar Beasiswa ke Luar Negeri

Sebelum bersekolah di luar negeri, ada beberapa hal yang harus diketahui seperti apa saja suka-duka belajar di negeri orang dan persiapan yang harus dilakukan jauh hari sebelum berangkat.

Ada beberapa hal utama yang perlu diperhatikan apabila ingin melamar sebuah program beasiswa ke luar negeri, yaitu :

1.Memiliki nilai TOEFL minimal 550.

2.Memiliki nilai IP atau IPK minimal 3.

3.Memiliki banyak pengalaman berorganisasi.

4.Siapkan statement of purpose (SoP) yang spesifik, artinya buatlah SoP yang berbeda atau khusus untuk setiap program beasiswa yang dilamar.

5.Pelajari sebanyak mungkin mengenai universitas dituju, mulai dari jurusan yang dipilih, para dosen, bahkan para alumni universitas tersebut.

6.Buatlah format CV yang sistematis dan ringkas dimana memuat points of importance (hanya yang penting-penting saja).

Harapan Saya sebagai Seorang Ayah :

Pendidikan adalah aset kita. Anak2ku, engkau harus pergi belajar hingga ke luar negeri sekalipun seperti ke negara Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Australia atau di negara lain. Dengan ambisimu, Ayah akan selalu mendukung kamu, semoga Tuhan memberkati kamu, semoga kamu berkembang, maju dan menikmati masa depan yang cerah dan bahagia dengan cinta. Semoga atas Rahmat Tuhan YME, Anak-Anak Indonesia gemilang dan menjadi generasi penerus yang berbudi luhur.

Info Sekolah Tinggi / Akademi di Dalam Negeri:

Info beberapa Perguruan Tinggi Kedinasan yg mungkin bermanfaat buat anak, keponakan, atau anak2 lain yang ingin kuliah tapi ga ingin membebani biaya kuliah kepada orang tua. Selain itu, setelah tamat kuliah, langsung ditempatkan di Kementerian/Lembaga RI yg terkait:

1. STIS – di bawah Badan Pusat Statistik (dapat uang saku per bulannya Rp. 850.000), pendaftaran online (di http://www.stis.ac.id). Lokasi kuliah Jakarta

2. AKAMIGAS-STEM – Akademi Minyak dan Gas Bumi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Lokasi kuliah Cepu, Jawa Tengah (Kawasan Rig dan pengeboran minyak) – Info bisa dilihat di http://www.akamigas-stem.esdm.go.id

3. MMTC – Sekolah Tinggi Multi Media Training Center di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo), pendaftaran online (di http://www.mmtc.ac.id). Lokasi kuliah di Yogyakarta

4. STSN – Sekolah Tinggi Sandi Negara – di bawah Lembaga sandi Negara, pendaftaran online diwww.stsn-nci.ac.id Lokasi kuliah di Bogor

5. STKS – Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial di bawah Kementerian Sosial RI. Pendaftaran offline di Kemenkes RI, Bandung, Yogyakarta, Padang, Banjarmasin, Makassar, Jayapura, Palu. Info diwww.stks.ac.I’d

6. STPN – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional di bawah Badan Pertanahan Nasional RI. Pendaftaran online di http://www.stpn.ac.id Lokasi kuliah Yogyakarta

7. IPDN – Institut Pemerintahan Dalam Negeri di bawah Kementerian Dalam Negeri RI. Pendaftaran offline di Bagian Kepegawaian Daerah Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia. Lokasi kuliah Jakarta, Pekanbaru, Manado, Bukittinggi, Makassar.

8. AKIP – Akademi Ilmu Permasyarakatan di bawah Kementerian Hukum dan HAM. Pendaftaran online di http://www.depkumham.go.id atau http://www.ecpns-kemenkumham.go.id Lokasi kuliah di Depok.

9. STTT – Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil di bawah Kementerian Perindustrian RI bekerja sama dengan Pemerintah Jerman. Pendaftaran offline langsung ke kampus STTT.

 Semoga bermanfaat.

References / read more :

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s