Listrik Biogas – Pelangi Untuk 2500 Rumah di Belitung

Pengoperasian sebuah Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Biogas di Belitung diresmikan oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rida Mulyana pada hari Sabtu, 11-Jan-2014 di Jangkang, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung. Resmi beroperasi secara komersial, PLT Biogas itu merupakan PLT swasta pertama yang tersambung dengan jaringan distribusi listrik PT Perusahaan Listrik Negera (Persero).

Read English version :Biogas Electricity – Rainbow to 2500 Homes in Belitung” (https://ngsuyasa.wordpress.com/2014/01/13/biogas-electricity-rainbow-to-2500-homes-in-belitung/)

Mengapa Biogas?
Dalam rangka mendukung kebijakan ekonomi makro dan mengurangi impor bahan bakar minyak, perlu mempercepat peningkatan dan perluasan pemanfaatan bahan bakar nabati. (Permen ESDM No. 25 Th. 2013)
Saat ini potensi listrik dari limbah kelapa sawit dan biomasa lainnya sebesar 49 gigawatt. Indonesia memiliki lahan kelapa sawit yang luas, antara lain di Bangka Belitung seluas 141897 hektar. Pemanfaatan Biogas adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Pembangunan PLT Biogas adalah dalam rangka meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan, yang saat ini baru sekitar 5% dari total bauran energi nasional di Indonesia.

Harga produksi listrik Biogas?
Harga produksi listrik PLT Biogas lebih murah daripada listrik dari PLT Diesel (solar), yakni Rp 975 per kWh berbanding Rp 3175 per kWh.

Profile PLT Biogas Belitung :

  • Lokasi: di Jangkang, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung.
  • Dioperasikan oleh PT Austindo Aufwind New Energy (AANE). AANE adalah anak perusahaan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ). Saat ini ANJ melalui anak perusahaannya, PT Sahabat Mewah dan Makmur, memiliki kebun kelapa sawit di Belitung dengan area tertanam seluas 14229 hektar serta pabrik kelapa sawit dengan kapasitas produksi 60 ton per jam.
  • Merupakan pembangkit listrik independen atau Independent Power Producer (IPP) pertama
  • Merupakan PLT swasta pertama yang tersambung dengan jaringan distribusi listrik PT Perusahaan Listrik Negera (Persero).
  • Bahan baku limbah kelapa sawit berupa gas dan air sisa pengolahan kelapa sawit (palm oil mill effluent)
  • Dibangun berkapasitas 1,2 megawatt.
  • Target produksi listrik 8,5 juta kWh per tahun
  • Mampu mensuplai listrik untuk 2500 rumah, dengan asumsi satuan sambungan rata-rata per- satu rumah 450 VA)

Bangka Belitung di masa lalu adalah pulau penambangan timah yang terkenal di pantai timur Sumatera. Mudah-mudahan beroperasinya pembangkit listrik berbahan bakar biogas ini akan membawa manfaat (berkah) dalam berbagai sektor kehidupan di pulau Bangka Belitung ini, seperti pelangi yang indah setelah hujan.

Daftar Pustaka:

  • “PLT Biogas Diresmikan di Belitung”, Bisnis Indonesia, Halaman 7, Senin, 13 Januari 2014
  • “Biogas untuk Listrik – Pembangkit Listrik Berbahan baku Limbah Kelapa Sawit Beroperasi” , Kompas, Senin, 13 Januari 2014
  • Permen ESDM No. 25 Th. 2013 tentang Bahan Bakar Nabati (BBN) atau biofuel: biodiesel, bioetanol, dan biogas (http://prokum.esdm.go.id/permen/2013/Permen%20ESDM%2025%202013.pdf )

Related Links :

Video Title : “Laskar Pelangi” – Producer: Mira Lesmana

Laskar Pelangi (English: The Rainbow Troops) is a 2008 Indonesian film adapted from the popular same titled novel by Andrea Hirata. The movie follows a group of 10 schoolboys and their two inspirational teachers as they struggle with poverty and develop hopes for the future in Gantong Village on the farming and tin mining island of Belitung off the east coast of Sumatra. The film is the highest grossing in Indonesian box office history and won a number of local and international awards.
The film’s local and international success fueled a tourism boom on Belitung, with Indonesian airline Garuda reopening direct service from Jakarta to Tanjung Pandan, Belitung’s capital.

Synopsis

The movie, set in the 1970s, opens on the first day of the year at a Muhammadiyah elementary school on Belitung. The school needs 10 students but is one short until near the end of the day, when a straggler fills out the ranks for their teachers, Muslimah and Harfan. Muslimah dubs the children “The Rainbow Troops” (sometimes translated as “The Rainbow Warriors”) and the movie traces their development and relationships with the teachers.
Kepulangan Ikal dewasa (Lukman Sardi) ke kampung halamannya. Ia kemudian mengenang kembali masa kecilnya: hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru, Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab, kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup. Harun (Jeffry Yanuar) menyelamatkan mereka. Ke 10 murid ini yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah. Lima tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing-masing, berjuang untuk terus bisa sekolah.
Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfanny), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Verrys Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka. Di tengah upaya untuk mempertahankan sekolah, mereka ditinggalkan salah seorang guru karena mendapatkan tawaran yang lebih menarik. Yang paling mengenaskan adalah saat Pak Harfan, yang menjadi “roh” sekolah itu, meninggal.
Ikal dewasa bertemu dengan Lintang dewasa (Ario Bayu), yang putus sekolah karena ayahnya meninggal. Ikal perlu menjelaskan keberhasilan impiannya, mendapat beasiswa sekolah ke Paris.

Advertisements

2 responses to “Listrik Biogas – Pelangi Untuk 2500 Rumah di Belitung

  1. Pingback: Biogas Electricity – Rainbow to 2500 Homes in Belitung | Mande Blog·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s