Conversion of the Arun refinery build optimism and encourage green energy in the Country

20121209PT_Arun

Photo: PT Arun. (arunlng.co.id)

“Conversion of the Arun refinery build optimism and encourage green energy in the Country”

KOMPAS, Wednesday, November 13, 2013 , Page 17 – Construction work of the storage terminal and regasification of liquefied natural gas ( LNG) plant in Lhokseumawe , Aceh , Indonesia, officially began last weekend .

The function converted from a LNG production to LNG storage & regasification facility is the world’s first innings marked the beginning of the resurrection of Arun.

LNG storage and regasification terminal Arun was designed with a capacity of 400 million standard cubic feet per day ( MMSCFD ) , the equivalent of 3 million tons per year , and expected to commence operations in October 2014.

Work on the project is in line with the construction of 340 kilometers gas transmission pipeline Arun – Belawan .

For the construction of Arun regasification terminals and pipeline Arun – Belawan , PT Pertamina to invest 570 million U.S. dollars .

PT  ARUN NGL has a long history as a supplier of LNG to Japan and South Korea . PT  ARUN NGL established as joint venture between PT Pertamina ( 55 percent ) , Mobil Oil Inc. as the company merged ExxonMobil ( 30 percent ) , and 15 percent -owned associate gas buyers in Japan ( JILCO ) . PT Arun started production in 1978. When production peaks in 1994 , recorded 224 cargo ships per year with a volume of 2,200 MMSCFD . This year, production is projected to decrease to 19 ships per year over the depletion of gas reserves there . As a result , some industrial gas users in the area were forced to reduce production capacity , there is even a company that stopped production so that thousands of employees losing jobs.

Indonesian government decided Arun Refinery converted to storage and LNG regasification terminal in 2012 . This revitalization will simultaneously foster new industries and ensure the supply of gas for power generation .
This could be an example of how technological innovation and synergy of State Owned Enterprises ( BUMN ) and local companies are able to maintain the continuity of operations of state-owned assets worth millions of dollars while promoting green energy in the country .

KOMPAS, Rabu, 13 November 2013 , Halaman 17 – Pengerjaan konstruksi terminal penyimpanan dan regasifikasi gas alam cair (LNG) Arun di Lhokseumawe, Aceh, Indonesia, resmi dimulai akhir pekan lalu.

Peralihan fungsi dari produsen LNG menjadi fasilitas regasifikasi merupakan yang pertama di dunia sekaligus menandai babak awal kebangkitan Arun.

Terminal penyimpanan dan regasifikasi LNG Arun didesain berkapasitas 400 juta standard kaki kubik per hari (MMSCFD), setara 3 juta ton per tahun, dan ditargetkan beroperasi pada Oktober 2014.

Pengerjaan proyek itu sejalan dengan pembangunan pipa 340 kilometer transmisi gas Arun – Belawan.

Untuk pembangunan terminal regasifikasi Arun dan pipa Arun-Belawan, PT Pertamina melakukan investasi 570 juta dollar AS.

PT. ARUN NGL punya sejarah panjang sebagai pemasok LNG bagi Jepang dan Korea Selatan. PT. ARUN NGL didirikan secara patungan antara PT Pertamina (55 persen), Mobil Oil Inc selaku perusahaan merger ExxonMobil (30 persen), dan 15 persen milik asosiasi pembeli gas di Jepang (JILCO). PT Arun mulai berproduksi tahun 1978. Saat produksi puncak pada tahun 1994, tercatat 224 kapal  kargo per tahun dengan volume 2.200 MMSCFD. Tahun ini produksi diproyeksikan turun menjadi 19 kapal per tahun seiring menipisnya cadangan gas di sana. Akibatnya, beberapa industri pengguna gas di daerah itu terpaksa mengurangi kapasitas produksi, bahkan ada perusahaan yang berhenti berproduksi sehingga ribuan karyawan kehilangan pekerjaan.

Pemerintah Indonesia memutuskan Kilang Arun beralih fungsi menjadi terminal penyimpanan dan regasifikasi LNG pada tahun 2012. Revitalisasi ini sekaligus akan menumbuhkan industri baru dan menjamin pasokan gas bagi pembangkit listrik. Ini bisa menjadi contoh bagaimana inovasi teknologi serta sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan daerah mampu mempertahankan kelangsungan operasi aset triliunan rupiah milik negara sekaligus mendorong energi hijau di Tanah Air.

Source: KOMPAS, Wednesday, November 13, 2013 , Page 17.

Related articles

Advertisements

2 responses to “Conversion of the Arun refinery build optimism and encourage green energy in the Country

  1. Pingback: Kesepakatan global pertama pembatasan emisi CO2 pada maskapai penerbangan | Ekonomi Modern·

  2. Pingback: Philips Bermitra dengan Asosiasi Chief Engineer (ACE) Sumut, Dukung Teknisi dengan Inovasi Pencahayaan yang Berkelanjutan | Hotelier Indonesia News Portal·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s